Di antara banyaknya jenis es krim, gelato adalah salah satu dessert beku yang baik untuk tubuh bila dikonsumsi secukupnya karena sejumlah kandungan nutrisi di dalamnya.
Tak heran jika gelato masuk dalam jajaran dessert premium dan populer ketimbang yang lain.
Lalu, sebenarnya apa itu gelato? Benarkah gelato dan es krim itu sama? Mari kita kupas fakta mengenai gelato melalui artikel MOMOYO berikut ini!
Apa Itu Gelato?
Gelato adalah jenis es krim yang berasal dari Italia, yang mirip dengan es krim pada umumnya. Meskipun secara harfiah arti gelato adalah “beku” dalam Bahasa Italia, teksturnya justru lebih lembut dan padat dibandingkan es krim biasa.
Hal ini disebabkan oleh kandungan udaranya yang lebih sedikit, lantaran adonan gelato diaduk dengan tempo yang lebih lambat.
Seperti es krim pada umumnya, gelato juga dibuat dengan campuran susu, gula, buah segar, maupun kacang. Namun, proporsi menjadi pembeda utama.
Gelato memiliki kandungan susu yang lebih banyak dan krim yang lebih minim, sehingga kudapan beku ini sangat cocok bagi kamu yang mencari dessert beku bebas gluten, dengan syarat varian yang dipilih tidak mengandung campuran cookie, kue, atau tiramisu.
Sejarah Gelato
Dilansir dari iwfs.org, sejarah gelato bermula sejak 3000 sebelum masehi di Asia dan berlanjut di peradaban kuno. Pada masa itu, Firaun Mesir dan Kaisar Romawi menikmati es yang dihancurkan kemudian ditambahkan perasa.
Tradisi ini kemudian berlanjut di Italia, terutama di Sisilia dan wilayah Dolomite, yang menggunakan es dan salju yang tersimpan untuk membuat manisan beku.
Titik balik gelato modern terjadi di Florence. Pada akhir tahun 1500-an, Bernardo Buontalenti, yang bekerja untuk Keluarga Medici, menciptakan hidangan penutup beku berbasis susu yang sangat mirip dengan gelato yang kita kenal saat ini. Dari situ, Buontalenti dinobatkan sebagai bapak gelato modern.
Sementara itu, persebaran gelato ke seluruh dunia dipelopori oleh Francesco Procopio dei Coltelli pada tahun 1694.
Ia membuka Café Procope di Paris, yang menyajikan hidangan beku ini kepada kalangan elit hingga menjadi sensasi global.
Gelato kemudian berkembang dari dari hidangan kafe mewah di Roma menjadi sajian jalanan populer melalui gerobak keliling pada tahun 1920-an.
Pada era modern, muncul gerakan “gelato artigianale naturale” pada tahun 1990-an yang dipicu oleh organisasi Slow Food.
Gerakan ini menekankan pembuatan gelato harian dalam jumlah kecil, menggunakan bahan-bahan segar musiman, lokal, dan berkualitas tinggi, tanpa pewarna atau penstabil buatan.
Filosofi ini kini diadopsi oleh banyak gelateria independen di Roma dan juga memicu munculnya rantai global yang menjunjung tinggi standar kualitas.
Kandungan Nutrisi pada Gelato
Karena proporsi bahan yang digunakan, gelato punya kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.
Lantas, apa saja nutrisi yang terkandung dalam gelato? Dikutip dari Alodokter, berikut adalah kandungan nutrisi yang ada pada gelato:
- Rendah Kalori dan Lemak: Gelato mengandung kalori dan lemak yang lebih rendah daripada es krim.
- Nutrisi Beragam: Gelato menawarkan nutrisi yang lebih beragam, seperti vitamin dan mineral.
- Tinggi Kalsium: Gelato tanpa tambahan rasa pun bisa mengandung kalsium yang tinggi, karena umumnya terbuat dari susu.
- Variasi Nutrisi: Kandungan nutrisi pada gelato sangat bervariasi tergantung rasa alami yang dipilih; misalnya, varian buah asli (seperti jeruk dan stroberi) dapat menyumbang Vitamin C, sementara rasa dari buah-buahan asli, cokelat hitam, atau jahe dapat memberikan antioksidan tinggi yang baik bagi tubuh.
Perbedaan Gelato dan Es Krim
Walau selalu dianggap sama, gelato ternyata berbeda dari es krim, terutama dari segi kandungan nutrisi dan lemak.
Mari kita ungkap perbedaan antara Gelato dan Es Krim, serta fakta menarik lainnya dalam ulasan MOMOYO berikut!
1. Bahan Dasar dan Kandungan Lemak
Es Krim dibuat dengan dominasi bahan krim (heavy cream), sehingga memiliki kandungan lemak yang tinggi, minimal 10% dan sering kali mencapai 14% hingga 17%. Lemak tinggi ini memberikan sensasi yang sangat creamy dan rich saat mencair di mulut.
Sebaliknya, Gelato dibuat dengan dengan susu murni serta krim dalam jumlah yang lebih sedikit. Karena itu, kandungan lemaknya jauh lebih rendah, biasanya berkisar antara 4% hingga 8%.
Kandungan lemak yang rendah ini membuat rasa murni dari bahan-bahan utama (seperti buah atau kacang) benar-benar menonjol di lidah.
2. Proses Pengadukan dan Kandungan Udara
Perbedaan gelato dan es krim yang cukup ketara lainnya terletak pada proses pengadukan adonan.
Es Krim diaduk dengan kecepatan tinggi, sehingga memasukkan banyak udara ke dalam adonan, yang disebut overrun. Es krim bisa terdiri dari 50% atau lebih udara berdasarkan volumenya. Udara yang banyak inilah yang membuat es krim terasa ringan, mengembang, dan halus.
Sedangkan dessert beku Italia, atau gelato, diaduk dengan kecepatan yang jauh lebih pelan dan lambat.
Proses yang lambat ini meminimalkan jumlah udara yang terperangkap, biasanya hanya 25% hingga 30% dari volume total. Hasilnya, gelato punya tekstur yang padat, berat, dan elastis.
3. Tekstur dan Sensasi di Mulut
Gabungan antara lemak rendah dan udara yang sedikit memberikan Gelato tekstur yang padat, lembut, dan agak lengket saat disentuh sendok. Ketika masuk ke mulut, gelato terasa meleleh lebih cepat, melepaskan rasa yang sangat intens dan pekat karena tidak ada lapisan lemak tebal dan tidak ada udara yang menghalangi.
Sedangkan es krim dengan lemak dan udara yang tinggi terasa ringan dan mengembang seperti busa beku. Rasa yang dihasilkan cenderung creamy dan kurang tajam karena lemak melapisi lidah sebelum perasa utama.
4. Suhu Penyajian
Es Krim harus disimpan dan disajikan pada suhu yang sangat dingin, sekitar -18 derajat celcius atau lebih dingin, supaya teksturnya tetap kokoh dan tidak cepat meleleh.
Sementara itu, Gelato disajikan pada suhu yang sedikit lebih hangat (sekitar -12 hingga -15 derajat celcius). Selengkapnya, kamu bisa membaca artikel kami yang lain seputar perbedaan gelato dan es krim.
Demikianlah ulasan seputar gelato yang bisa kamu ketahui melalui artikel ini. Gelato adalah ice cream yang dijadikan makanan penutup berasal dari Italia yang punya sejumlah kandungan nutrisi, sehingga cocok bagi kamu yang menginginkan asupan nutrisi tambahan dengan rasa yang lezat.
Nah, setelah cukup mengenal gelato, apakah MOMO Friends tertarik mencobanya?