Sorbet adalah salah satu dessert serupa es krim, tapi terbuat dari gula dan es krim. Tak sedikit orang yang mengira kalau sorbet adalah es krim, padahal bukan.
Keduanya memang tampak sama. Tapi jika dilihat lebih dekat dan dicicipi, kamu bisa menemukan sejumlah perbedaan keduanya.
Belum lagi, sorbet punya ‘kembaran’ bernama sherbet. Semakin bingung, kan? Nah, supaya kamu tahu lebih lengkap mengenai sorbet, coba simak ulasan berikut ini!
Apa Itu Sorbet?
Sorbet adalah dessert yang terbuat dari buah beku yang dihaluskan, gula, dan air. Tak seperti es krim maupun gelato, sorbet tidak punya kandungan susu sama sekali (non-dairy).
Hal ini membuat teksturnya yang lebih ringan, segar, dan sedikit berpasir, serta rasa buah yang jauh lebih tajam karena tidak ada lemak susu yang melapisi lidah.
Sorbet biasanya memiliki varian rasa buah murni yang tajam seperti lemon, mangga, dan raspberry.
Rasa segar yang ditawarkan serta teksturnya yang cukup lembut (meski tak sehalus es krim) membuat sorbet cocok dihidangkan sebagai makanan pencuci mulut.
Menariknya, dalam kuliner formal, sorbet tidak cuma jadi hidangan penutup. Berkat profil rasanya yang kuat, sorbet juga sering disajikan di tengah urutan makan sebagai pembersih langit-langit mulut. Rasa asam dan segarnya berfungsi untuk menghapus sisa rasa dari hidangan sebelumnya agar lidah kembali netral dan siap menyambut menu berikutnya.
Selain itu, sebagai pilihan utama, sorbet juga tetap akan menjadi tandem yang tepat bagi kamu yang mencari kesegaran, terlebih saat cuaca sedang terik.
Sejarah Sorbet
Secara historis, sorbet merupakan evolusi dari “sharbat”, sebuah istilah dalam bahasa Arab yang merujuk pada minuman sirup berbahan dasar buah, bunga, atau rempah yang didinginkan menggunakan salju. Tradisi ini bermula di Timur Tengah, di mana salju dibawa dari puncak gunung dan dicampur dengan sari buah untuk menciptakan minuman penyegar di tengah cuaca gurun yang terik.
Konsep ini kemudian menyebar ke Eropa melalui Sisilia, Italia, selama masa pemerintahan Arab di pulau tersebut (sekitar abad ke-9 hingga ke-11). Di tangan masyarakat Sisilia, resep ini mengalami transformasi. Mereka mulai membekukan campuran tersebut hingga menjadi semi-padat, yang kemudian dikenal sebagai sorbetto atau kerabat dekatnya, granita.
Popularitas sorbet di kancah internasional sering kali dikaitkan dengan legenda kuliner Catherine de’ Medici, bangsawan Italia yang konon membawa koki pribadinya ke Prancis saat menikah dengan Raja Henry II pada abad ke-16. Meskipun bukti sejarahnya masih diperdebatkan, cerita ini menandai masuknya sorbet ke meja makan bangsawan Eropa sebagai simbol kemewahan.
Titik balik penjualan sorbet terjadi pada abad ke-17 di Paris. Melalui Café Procope, kafe tertua di Paris yang didirikan oleh Francesco Procopio dei Coltelli asal Sisilia, sorbet mulai dijual secara luas kepada masyarakat umum. Inovasi inilah yang kemudian menjadikan sorbet sebagai hidangan penutup beku tanpa susu yang kita kenal hingga saat ini.
Bahan-Bahan untuk Membuat Sorbet
Salah satu aspek yang membedakan sorbet dan varian es krim lainnya adalah bahan. Nah, sorbet terbuat dari sejumlah bahan berikut ini:
1. Buah
Buah menjadi bahan utama dalam membuat sorbet. Dalam prosesnya, buah yang dipilih dapat berupa puree (buah yang telah dihancurkan), jus buah, atau menggabungkan keduanya.
Adapun buah yang biasanya dipilih adalah mangga, stroberi, lemon, nanas, dan masih banyak lagi. Sebetulnya semua jenis buah dapat dipilih sebagai bahan sorbet selama dianggap enak dan disukai.
Namun, sebagai catatan, semakin banyak kandungan air dalam buah akan lebih mudah Ketika dibuat menjadi sorbet.
2. Air
Fungsi bahan air dalam sorbet adalah untuk membentuk teksturnya supaya lebih lembut, serta menyeimbangkan rasa. Takar air secukupnya dan jangan terlalu banyak karena akan membuat adonan sorbet menjadi encer.
3. Pemanis (Gula)
Dalam membuat beragam dessert beku, pemanis akan selalu ada. Yang membedakan adalah intensitas penggunaannya. Nah, sorbet juga demikian. Kamu memerlukan gula agar dapat mencegah tekstur sorbet membeku seperti es yang keras.
Gula yang dipilih juga beragam, misalnya gula pasir, gula aren, madu, dan sebagainya.
Manfaat Sorbet
Berikut adalah manfaat sorbet yang perlu kamu tahu:
- Bebas Produk Susu: Karena bahan dasarnya murni air dan buah, sorbet adalah pilihan utama bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi terhadap protein susu. Selain itu, sorbet juga merupakan kategori dessert yang ramah bagi penganut pola makan vegan atau vegetarian.
- Kaya Vitamin: Kalau dibuat dengan buah asli, sorbet bisa memiliki kandungan vitamin yang baik untuk tubuh, misalnya vitamin c dari stroberi, mangga, atau jeruk.
- Rendah Lemak: Ini adalah perbedaan yang paling mencolok. Es krim biasanya mengandung lemak jenuh antara 14–17% per porsi. Sebaliknya, sorbet hampir 0% lemak, sehingga lebih “ramah” bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau memantau kadar kolesterol.
- Menyegarkan: Tingginya kandungan air pada sorbet juga mampu menghidrasi tubuh yang kekurangan air. Jadi, kalau kamu sedang merasa haus saat terik, sorbet adalah pilihan yang pas untuk menciptakan kesegaran instan.
Kamu juga tidak perlu takut dengan efek enek, sebab sorbet tidak memiliki kandungan susu.
Meski menawarkan sejumlah manfaat, kamu mesti memperhatikan porsi saat mengonsumsinya, lantaran gula yang terkandung di dalamnya juga cukup tinggi.
Kandungan gula di sini berfungsi sebagai pembentuk tekstur supaya sorbet tidak membeku layaknya es batu yang keras.
Bagaimana, MOMO Friends, sesudah mengenal sorbet dan asal-usul serta manfaatnya, apakah kamu berminat mencobanya?
