Kenali Istilah ROI dalam Bisnis Franchise Sebelum Memulainya

Menjalankan bisnis franchise menawarkan ROI yang lebih cepat dibanding bisnis sendiri yang dimulai dari nol.

Jauh sebelum itu, perusahaan pemilik franchise biasanya akan memberikan estimasi ROI berdasarkan riwayat mitra mereka sebagai gambaran.

Data inilah yang kemudian menjadi pertimbangan calon mitra sebelum memutuskan mengelola bisnis waralaba.

Namun, apa itu ROI dalam bisnis franchise? Apa fungsinya bagi mitra yang ingin menjalankan bisnis waralaba? 

Temukan jawabannya secara utuh melalui artikel berikut ini, ya, MOMO Friends!

Apa Itu ROI dalam Bisnis Franchise?

Return on investment atau ROI adalah metrik yang digunakan untuk mengetahui efisiensi dan keuntungan saat menjalankan bisnis.

Dalam skema bisnis franchise, ini merupakan faktor penting untuk mitra waralaba dalam mengevaluasi apakah bisnis yang ia jalankan sudah meraih keuntungan setelah mengeluarkan sejumlah biaya untuk memulainya.

Selain itu, secara luas ROI biasanya menjadi patokan untuk mengevaluasi berbagai jenis investasi, mulai dari kampanye pemasaran, pembelian aset, dan proyek bisnis lainnya.

Semakin tinggi nilai ROI, semakin besar keuntungan yang didapat bagi investor atau pebisnis, begitu pula sebaliknya. 

Ikuti terus artikel ini karena kami akan membahas rumus cara menghitung ROI.

Cara Menghitung ROI

Berikut rumus dan cara menghitung ROI yang bisa kamu pelajari:

  • Besaran modal investsasi: Rp380 juta
  • Omzet bulanan: Rp150 juta
  • Laba bersih per bulan adalah 30% dari omzet: 30% x Rp150 juta = Rp45 juta
  • Laba bersih per tahun Rp45 juta x 12 bulan = Rp540 juta

Perhitungan ROI

ROI menghitung persentase efisiensi investasimu dalam periode satu tahun.

rumus roi

rumus perhitungan ROIBerdasarkan simulasi ini, angka ROI yang dihasilkan mencapai 142% per tahunnya.

P.S: Seluruh angka yang digunakan pada contoh ini berdasarkan asumsi.

Manfaat ROI

Return on investment dapat memberikan berbagai manfaat bagi pemilik bisnis, antara lain:

1. Mengetahui Efisiensi Modal

ROI berfungsi sebagai alat ukur yang sangat akurat untuk melihat seberapa produktif modal awal yang kamu keluarkan. 

Jika nilai ROI tinggi, artinya setiap rupiah yang kamu gelontorkan untuk modal bekerja secara optimal dalam menciptakan keuntungan. 

Tanpa indikator ini, boleh jadi kamu merasa untung karena omzet yang tinggi, padahal secara efisiensi modal yang tertanam sebenarnya bekerja terlalu lambat atau bahkan merugi secara nilai waktu.

2. Indikator Keberhasilan Operasional

Dalam operasional harian, ROI memberikan gambaran nyata mengenai efektivitas manajemen bisnismu. 

Semisal di tengah jalan nilai ROI menurun, ini bisa menjadi peringatan bahwa ada masalah dalam operasional, seperti kenaikan biaya bahan baku yang tidak terkendali atau penggunaan listrik yang boros. 

Dengan demikian, ROI menjadi “kompas” yang memastikan operasional tetap berada di jalur yang benar untuk mencapai target balik modal dalam waktu tertentu.

3. Dasar Pengambilan Keputusan

Manfaat ROI yang paling krusial adalah perannya dalam membantu kamu mengambil langkah besar berikutnya bagi bisnis. 

Alhasil, keputusan bisnis tidak lagi diambil berdasarkan intuisi atau perkiraan semata, melainkan berdasarkan fakta yang konkret.

4. Perbandingan Peluang Investasi

ROI memudahkanmu untuk membandingkan performa bisnis franchise satu dengan alternatif investasi lainnya secara adil (apple-to-apple). 

Misalnya, kamu bisa membandingkan franchise MOMOYO dengan merek lain dari segi ROI-nya. 

Dengan adanya persentase ROI yang jelas, kamu punya standar evaluasi yang objektif untuk menilai apakah bisnis kemitraan ini merupakan kendaraan terbaik untuk melipatgandakan aset atau jika ada peluang lain yang lebih menjanjikan dengan risiko yang lebih rendah.

Faktor yang Memengaruhi ROI

Selain memahami manfaatnya, kamu sebaiknya juga mengenal beberapa faktor yang memengaruhi ROI, yang menjadikannya tinggi, begitu pula sebaliknya. Berikut informasinya:

1. Rasio Keuntungan

Tingkat margin profit merupakan indikator utama yang menentukan seberapa besar imbal hasil dari modal yang ditanamkan. 

Secara logis, ketika perusahaan mampu mengoptimalkan selisih antara pendapatan dan biaya produksi, maka potensi nilai ROI akan bergerak ke arah yang lebih positif. 

Namun, perlu dicatat bahwa besarnya keuntungan bersih saja tidak bisa memberikan gambaran utuh tentang kesuksesan investasi.

Margin profit harus selalu disandingkan dengan total modal yang digunakan agar perhitungan ROI tetap akurat dan objektif.

2. Efisiensi Pemanfaatan Aset Operasional 

Faktor berikutnya yang krusial dalam menentukan ROI adalah manajemen aset operasional, yang mencakup seluruh sarana pendukung produksi seperti properti, peralatan mesin, hingga sarana transportasi. 

Aset-aset inilah yang menjadi mesin penggerak dalam menciptakan laba bagi perusahaan. 

Penggunaan aset yang efisien akan mempercepat perputaran modal, sehingga ROI yang dihasilkan pun menjadi lebih optimal.

3. Dampak Depresiasi Aset Tetap

Salah satu alasan mengapa angka ROI sering kali mengalami fluktuasi meskipun margin profit sedang tinggi adalah adanya penyusutan atau depresiasi pada aset tetap. 

Setiap kali perusahaan mengalokasikan modal besar pada investasi fisik, nilai buku dari aset tersebut akan terus berkurang seiring berjalannya waktu. 

Beban penyusutan tahunan ini secara langsung memengaruhi nilai investasi bersih dan laporan laba rugi, sehingga jika tidak dikelola dengan baik, akumulasi depresiasi bisa menekan angka ROI pada masa-masa mendatang.

Cara Meningkatkan ROI

Tingginya angka ROI menunjukkan bahwa suatu bisnis franchise memiliki keuntungan yang menjanjikan. Lantas, bagaimana cara meningkatkan ROI? 

1. Efisiensi Biaya

Cara paling langsung untuk meningkatkan ROI adalah dengan memperlebar jarak antara harga jual dan biaya produksi. 

Kamu bisa melakukan negosiasi ulang dengan penyuplai bahan baku untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif atau mencari alternatif bahan yang lebih efisien namun tetap berkualitas. 

2. Peningkatan Penjualan dengan Strategi Upselling

Meningkatkan jumlah transaksi harian tanpa menambah aset tetap adalah kunci efisiensi. 

Untuk mewujudkannya, terapkan teknik upselling dengan menawarkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, tetapi dengan selisih harga yang menarik. 

Hal ini membuat perputaran aset operasional (operating assets turnover) menjadi lebih cepat dan memperpendek waktu balik modal.

3. Manfaatkan Digital Marketing

Investasi tambahan yang kecil pada pemasaran digital seringkali memberikan dampak ROI yang masif. Dengan menggunakan media sosial hingga website untuk membangun komunitas atau mendaftarkan bisnis di platform ojek online, Anda memperluas jangkauan pasar tanpa perlu menyewa tempat baru yang mahal. Penggunaan sistem kasir (POS) yang canggih juga membantu Anda memantau stok secara real-time, mencegah kebocoran dana, dan memahami pola belanja pelanggan sehingga promosi yang dilakukan jauh lebih tepat sasaran dan tidak membuang anggaran.

4. Meminimalisir Aset yang Mengendap

ROI sangat dipengaruhi oleh seberapa produktif asetmu. Pastikan tidak ada modal yang “mati” dalam bentuk stok bahan baku yang menumpuk terlalu banyak di gudang. 

Terapkan sistem Just-In-Time (memesan bahan hanya saat dibutuhkan), uangmu tidak akan tertahan di gudang dan bisa diputar untuk keperluan operasional lain yang lebih mendesak. 

Berapa ROI Bisnis Kemitraan MOMOYO?

Itulah tadi serangkaian informasi seputar ROI dalam bisnis franchise yang bisa kamu pelajari.

Kalau kamu ingin memulai bisnis franchise, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk bertanya ihwal ROI. Mintalah penjelasan yang sejelas-jelasnya.

Nah, sebagai merek kemitraan es krim dan minuman kekinian, MOMOYO akan memberikan detail mengenai ROI pada setiap mitra, bahkan berdasarkan wilayah diinginkan, mengingat setiap wilayah memiliki angka penjualan yang berbeda-beda.

Berminat membuka MOMOYO di tempatmu? Tanyakan ROI Hotline Tim Kemitraan MOMOYO sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *