Menjelang pergantian tahun, tak sedikit orang yang bersiap dengan resolusinya masing-masing.
Resolusi merujuk pada komitmen atau janji pada diri sendiri untuk berubah menjadi lebih baik serta menanggalkan segala kebiasaan buruk pada tahun sebelumnya.
Sementara yang lain sibuk menyusun resolusi, barangkali ada yang masih bingung menentukan apa saja hal-hal yang perlu masuk ke dalam daftar.
Nah, untuk memudahkanmu, informasi berikut ini akan menunjukkan beberapa contoh resolusi tahun baru yang realistis untuk dijalani.
Apa Itu Resolusi Tahun Baru?
Secara sederhana, resolusi tahun baru adalah tradisi di mana seseorang berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri mulai awal tahun.
Namun, jika dibedah lebih dalam, resolusi bukan sekadar daftar keinginan (wishlist).
Ia adalah bentuk komitmen psikologis untuk mengubah kebiasaan. Meski begitu, resolusi sering kali hanya menjadi isapan jempol belaka.
Pasalnya, menurut penelitian dari University of Scranton, hanya 8% orang yang benar-benar berhasil mewujudkan resolusi mereka.
Kegagalan ini sering kali bukan karena kurangnya niat, melainkan karena target yang dibuat terlalu abstrak dan tidak mengakar pada realitas rutinitas harian.
Lantas, apa resolusi terbaik untuk tahun baru?
Contoh Resolusi Tahun Baru 2026
Bagi kamu yang masih bingung menentukan resolusi tahun baru apa saja yang layak dikejar, berikut adalah pemetaan contoh resolusi yang realistis untuk tahun 2026.
Daftar ini dibagi berdasarkan aspek kehidupan, mulai dari kesehatan fisik hingga kestabilan finansial.
1. Kesehatan Fisik dan Mental (Body & Mind)
Daripada menulis “Aku ingin kurus” atau “Aku ingin bahagia”, kamu bisa mencoba contoh resolusi tahun baru ini:
- Tidur yang Teratur: Berkomitmen mematikan gawai 30 menit sebelum tidur untuk kualitas istirahat yang lebih baik.
- Gerak Minimal: Berjalan kaki selama 15 menit setiap pagi atau sore, alih-alih memaksakan diri mendaftar gym tahunan yang mahal namun jarang didatangi.
- Jeda Digital: Melakukan digital detox setiap akhir pekan selama 2-3 jam untuk mengurangi kecemasan atau FOMO akibat media sosial.
2. Keuangan dan Bisnis (Financial Health)
Uang sering menjadi sumber stres utama. Buatlah resolusi yang bersifat administratif dan pengembangan aset:
- Pencatatan Arus Kas: Mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun, menggunakan aplikasi atau spreadsheet agar kebocoran anggaran bisa terdeteksi.
- Diversifikasi Pendapatan: Di tengah ekonomi yang fluktuatif, atau istilah gaulnya “in this economy”, mengandalkan satu sumber gaji sering kali tak lagi cukup. Resolusi 2026 bisa dimulai dengan keberanian membuka “keran” pendapatan baru dengan menjalankan bisnis. Jika membangun bisnis sendiri dari nol terasa terlalu berisiko dan memakan waktu riset yang lama, memilih opsi model kemitraan (waralaba) bisa menjadi opsi terbaik. Di industri F&B misalnya, memilih bermitra dengan brand yang sudah memiliki sistem manajemen supply chain seperti MOMOYO bisa memangkas banyak waktu pebisnis pemula. Kamu fokus pada operasional dan pengembangan pasar, sementara urusan produk dan branding sudah ditangani oleh sistem.
- Dana Darurat: Berkomitmen menyisihkan nominal tetap di awal bulan, bukan menyisihkan sisa uang di akhir bulan.
3. Pengembangan Karier dan Skill
Sementara resolusi 2026 untuk diri sendiri dalam aspek profesional, sebisa mungkin hindari target yang bergantung pada keputusan orang lain:
- Literasi AI: Pelajari tool berbasis AI setiap bulan untuk menunjang efisiensi kerja. Hal ini juga merupakan bentuk adaptasi dengan teknologi.
- Manajemen Waktu: Pisahkan waktu kerja dan istirahat secara ketat.
4. Hubungan Sosial (Relationship)
Merujuk pada narasi bahwa kita tidak selalu harus mencintai orang lain dengan intensitas yang meledak-ledak, maka sebaliknya resolusi hubungan haruslah membumi:
- Hadir Secara Utuh: Letakkan ponsel saat sedang makan malam bersama pasangan, keluarga, atau teman. Meski termasuk detail kecil, namun sangat berarti pada keharmonisan.
- Berani Berkata Tidak: Belajar berkata “tidak” pada ajakan atau permintaan yang memang tidak sanggup kita penuhi dapat mencegah kamu jadi people pleaser. Meski berat di awal, percayalah bahwa hal ini bisa kamu lalui.
Siap Realisasikan Resolusi Kamu?
Pada akhirnya, contoh resolusi tahun baru di atas hanyalah kerangka. Eksekusinya kembali pada bagaimana kita menyiasati rutinitas.
Jangan biarkan resolusi 2026 untuk diri sendiri menjadi sumber tekanan baru. Jika di tengah jalan kamu gagal atau melanggar resolusi tersebut, itu wajar. Manusiawi. Resolusi bukanlah kontrak hukum, tetapi sebuah proposal hidup yang bisa direvisi kapan saja. Namun, bukan berarti kamu sengaja untuk selalu melanggarnya, bukan?
Tahun 2026 mungkin akan membawa tantangan baru, namun dengan target yang lebih realistis dan penerimaan diri yang lebih baik, kita bisa melangkah dengan lebih tenang. Selamat menyusun rencana, dan selamat berdamai dengan ketidaksempurnaan, MOMO Friends!