Sebelum memilih franchise, kenali berbagai kesalahan yang paling sering dilakukan agar Anda dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan meningkatkan peluang bisnis berkembang dalam jangka panjang.
10 Kesalahan Fatal dalam Bisnis Franchise
1. Tidak Melakukan Riset Sebelum Memilih Franchise
Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah langsung memilih franchise hanya karena sedang populer. Padahal, setiap brand memiliki karakteristik, target pasar, serta sistem operasional yang berbeda.
Sebelum bergabung, cari tahu reputasi brand, jumlah outlet yang telah beroperasi, serta rekam jejak perusahaan. Anda juga dapat membaca ulasan pelanggan maupun pengalaman mitra yang telah menjalankan bisnis tersebut. Semakin lengkap informasi yang diperoleh, semakin mudah Anda menilai apakah franchise tersebut sesuai dengan tujuan investasi.
2. Hanya Fokus pada Franchise Fee
Banyak calon mitra hanya membandingkan besarnya biaya awal atau franchise fee. Padahal, biaya tersebut hanyalah salah satu komponen investasi.
Perhatikan juga biaya renovasi, peralatan, stok awal, sewa lokasi, hingga modal operasional beberapa bulan pertama. Selain itu, evaluasi fasilitas yang diberikan oleh franchisor, seperti pelatihan, bantuan pembukaan outlet, dan dukungan pemasaran. Nilai yang diterima sering kali lebih penting dibanding nominal biaya yang dibayarkan.
3. Tidak Memahami Franchise Agreement
Sebelum menandatangani franchise agreement, luangkan waktu untuk membaca seluruh isi perjanjian secara menyeluruh.
Perhatikan hak dan kewajiban masing-masing pihak, masa kontrak, ketentuan perpanjangan kerja sama, serta aturan penggunaan merek dagang. Jika terdapat poin yang kurang dipahami, jangan ragu untuk meminta penjelasan dari franchisor. Langkah ini dapat membantu menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

4. Memilih Lokasi yang Kurang Strategis
Lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan bisnis franchise. Produk yang berkualitas sekalipun akan sulit berkembang jika berada di lokasi yang kurang sesuai dengan target pasar.
Sebelum menentukan lokasi, lakukan survei sederhana mengenai jumlah pengunjung, akses menuju lokasi, tingkat persaingan, serta karakteristik konsumen di sekitar area tersebut. Memilih lokasi yang tepat dapat membantu meningkatkan potensi penjualan sejak awal operasional.
5. Mengabaikan SOP dari Franchisor
Setiap franchisor umumnya memiliki Standar Operasional Prosedur atau SOP yang telah disusun berdasarkan pengalaman menjalankan bisnis.
SOP bertujuan menjaga kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman pelanggan di seluruh outlet. Mengabaikan prosedur tersebut dapat menyebabkan kualitas layanan menjadi tidak konsisten sehingga memengaruhi kepuasan pelanggan dan citra brand.
Baca juga: Bisnis Franchise vs Usaha Sendiri, Mending Mana?
6. Tidak Menyiapkan Modal Operasional
Selain modal investasi awal, Anda juga perlu menyiapkan dana operasional untuk beberapa bulan pertama.
Dana tersebut dapat digunakan untuk membayar gaji karyawan, biaya listrik, air, sewa tempat, hingga kebutuhan operasional lainnya. Dengan memiliki cadangan dana, bisnis tetap dapat berjalan meskipun penjualan belum stabil pada masa awal pembukaan outlet.
7. Kurang Aktif Melakukan Promosi
Meskipun bergabung dengan franchise yang sudah dikenal masyarakat, promosi tetap menjadi bagian penting dalam mengembangkan bisnis.
Manfaatkan media sosial untuk memperkenalkan outlet, mengikuti program promosi yang disediakan franchisor, serta membangun hubungan baik dengan pelanggan di sekitar lokasi usaha. Aktivitas promosi yang konsisten dapat membantu meningkatkan jumlah pengunjung dan memperkuat loyalitas pelanggan.

8. Salah Mengelola Keuangan
Kesalahan berikutnya adalah mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. Kebiasaan ini dapat membuat arus kas menjadi sulit dipantau.
Pisahkan rekening usaha dan rekening pribadi, catat setiap pemasukan maupun pengeluaran, lalu lakukan evaluasi keuangan secara berkala. Pengelolaan keuangan yang rapi akan membantu Anda mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang lebih akurat.
9. Mengabaikan Pelatihan dan Evaluasi
Sebagian calon mitra menganggap pelatihan hanya diperlukan sebelum outlet dibuka. Padahal, banyak franchisor menyediakan pelatihan lanjutan dan evaluasi operasional secara berkala.
Ikuti setiap program pelatihan yang diberikan dan terapkan masukan dari tim pendamping. Langkah ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga standar operasional sesuai ketentuan franchisor.
10. Memilih Franchise yang Belum Terbukti
Tergiur oleh biaya investasi yang murah tanpa memeriksa reputasi brand dapat menjadi keputusan yang berisiko.
Pastikan franchise memiliki legalitas yang jelas, sistem operasional yang telah berjalan dengan baik, serta dukungan yang memadai bagi mitra. Memilih franchise terpercaya memang membutuhkan riset lebih banyak, tetapi langkah ini dapat membantu mengurangi risiko bisnis franchise dalam jangka panjang.
Dengan memahami sepuluh kesalahan di atas, calon pengusaha dapat lebih siap dalam memilih franchise untuk pemula yang sesuai dengan kebutuhan, sekaligus meminimalkan berbagai risiko yang mungkin muncul saat menjalankan usaha.
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Bisnis Franchise?
-
Lakukan riset brand: Pelajari reputasi, jumlah outlet, dan ulasan pelanggan maupun mitra sebelum bergabung.
-
Pahami franchise agreement: Baca seluruh isi perjanjian, termasuk hak, kewajiban, masa kontrak, dan ketentuan kerja sama.
-
Hitung total investasi: Perhitungkan franchise fee, renovasi, peralatan, stok awal, sewa, dan modal operasional.
-
Pilih lokasi yang strategis: Sesuaikan dengan target pasar, potensi pengunjung, dan tingkat persaingan.
-
Ikuti SOP dan pelatihan: Terapkan standar operasional dan manfaatkan pelatihan dari franchisor.
-
Bangun komunikasi yang baik: Manfaatkan dukungan franchisor untuk mengatasi kendala operasional.
Mengapa Memilih Franchise Terpercaya Sangat Penting?
-
Brand yang sudah dikenal: Memudahkan menarik pelanggan sejak awal.
-
SOP yang telah teruji: Membantu menjaga kualitas produk dan layanan.
-
Pelatihan dan pendampingan: Mendukung mitra dalam menjalankan operasional.
-
Dukungan pemasaran: Membantu meningkatkan awareness terhadap brand.
-
Risiko lebih rendah: Sistem yang matang membuat bisnis lebih siap dijalankan.
Hindari Kesalahan, Bangun Bisnis Franchise dengan Lebih Percaya Diri
Memahami berbagai kesalahan dalam bisnis franchise dapat membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat. Mulai dari kurangnya riset, salah memilih lokasi, hingga mengabaikan franchise agreement, semua dapat memengaruhi perkembangan bisnis.
Memilih franchise terpercaya dengan sistem operasional yang jelas, pelatihan, dan dukungan pemasaran dapat menjadi langkah awal yang lebih aman bagi calon mitra.
Jika Anda ingin memulai bisnis franchise dengan lebih percaya diri, pelajari peluang kemitraan MOMOYO dan temukan bagaimana Anda bisa membangun bisnis es krim dan minuman kekinian bersama brand yang telah dipercaya banyak pelanggan.