Memperoleh penghasilan pasif atau passive income memang jadi dambaan banyak orang.
Tanpa perlu repot bekerja, kucuran uang akan mengalir ke rekening secara rutin. Nah, itulah yang coba diberikan oleh konsep model bisnis kemitraan autopilot.
Jika umumnya bisnis kemitraan masih melibatkan pemiliknya untuk mengurus operasional, kemitraan autopilot ini cukup kontras. Namun, apakah bisnis kemitraan selalu menguntungkan? Lalu, bagaimana tips menjalankan kemitraan autopilot untuk pemula?
Simak informasi berikut ini untuk mendapatkan jawaban lengkapnya!
Apa Itu Kemitraan Autopilot?
Kemitraan autopilot adalah model bisnis yang memungkinkan mitra atau investor menyerahkan operasional sepenuhnya kepada pemilik merek.
Kontras dengan kemitraan atau waralaba yang murni, sebab mitra masih harus terjun langsung mengurus gerai (self-managed).
Dalam kemitraan autopilot, peran mitra hanya sebagai penyuntik modal.
Sebagai contoh, katakanlah ada satu merek terkenal yang menawarkan skema kemitraan autopilot. Kamu bisa bergabung ke dalamnya sebagai pemodal, dan kamu berhak mendapatkan keuntungan tanpa harus mengurus operasionalnya sedikit pun. Mudah, bukan?
Apakah Kemitraan Autopilot Menguntungkan?
Sebagai opsi model kerja sama bisnis, kemitraan autopilot memang menawarkan kelebihan yang menarik bagi para mitra, terutama perihal waktu dan tenaga.
Namun, tidak selalu bisnis kemitraan autopilot itu menguntungkan. Soalnya, ada beberapa aspek yang dapat memengaruhi keuntungannya, antara lain:
1. Skema Biaya
Jangan hanya tergiur dengan omzet besar. Sebab, di dalam bisnis kemitraan autopilot, ada skema biaya yang harus ditanggung oleh mitra, seperti biaya royalti maupun biaya kemitraan.
Tapi, adakah merek yang tidak memiliki biaya tersebut? Pasti ada. Jadi, perhatikan betul bagaimana merek kemitraan yang kamu pilih dalam membagi keuntungan.
Pasalnya, ada yang memang memiliki sistem bagi hasil, dan ada yang memberikan 100% keuntungan.
2. Integritas dan Kompetensi “Pilot”
Kalau di dalam pesawat autopilot kamu menyerahkan “nyawa” pada sistem pilot otomatis, dalam bisnis ini, kamu menyerahkan uang modal pada integritas manajemen pusat.
Kenali kredibilitas merek kemitraan autopilot dalam menjalankan bisnis yang ingin kamu modali.
Caranya, kamu bisa melakukan survei ke beberapa gerai dan melihat kinerja karyawan mereka, serta bertanya langsung ke tim pusat terkait seputar laporan dan performa bisnis.
Dengan begini, kamu benar-benar bisa memahami seberapa andal “pilot” dalam mengendalikan bisnismu.
3. Pemilihan Lokasi
Lokasi menjadi aspek penentu keuntungan bisnis kemitraan autopilot. Mau sebesar apa pun mereknya, kalau lokasi gerainya kurang strategis, kamu akan kesulitan mendapatkan pelanggan.
Maka dari itu, pilihlah merek/perusahaan kredibel yang memang memberikan rekomendasi lokasi strategis.
Salah satu hal yang ditakutkan adalah ketika merek tidak bertanggung jawab. Mereka hanya mengejar target penjualan paket kemitraan, kemudian tim operator menyetujui lokasi yang sebenarnya kurang layak (low traffic) hanya agar kerja sama segera terjalin, tanpa memedulikan keuntungan mitranya.
4. Daya Tahan Tren
Pertumbuhan tren juga erat kaitannya dengan keuntungan kemitraan autopilot. Aspek ini biasanya dipengaruhi oleh seberapa tingkat kesadaran akan tren oleh tim pusat.
Merek bisa awet dan untung karena timnya cerdik menyesuaikan produk serta promosi dengan tren.
Barangkali, kamu pernah atau bahkan sering mendengar merek yang hanya populer dalam waktu singkat, misalnya satu tahun.
Nah, semakin inovatif sebuah merek dalam melakukan promosi dan mengeluarkan produk, kamu bisa mendapatkan jaminan keberlanjutan yang lebih lama.
5. Klausul dalam Kontrak
Menakar keuntungan bukan cuma dari uang yang kamu terima, melainkan juga tentang meminimalisir kerugian saat bisnis gagal.
Setidaknya, kalau amit-amit bisnis kamu kurang menguntungkan, kamu tidak akan diperparah dengan adanya klausul yang merugikan mitra, misalnya kepemilikan peralatan.
Jika semua peralatan sepenuhnya menjadi milikmu (bukan sekadar status hak guna pakai atau sewa), kamu masih punya aset nyata yang bisa dijual kembali, atau dipakai lagi dengan merek lain (rebranding).
Jangan sampai kamu sudah keluar uang ratusan juta untuk membeli mesin dan renovasi di awal, tapi saat kontrak berakhir atau bisnis terpaksa tutup, semua aset itu ditarik kembali oleh pemilik brand (franchisor) tanpa kompensasi sepeser pun.
Nah, berdasarkan kelimat aspek di atas, kalau ditanya apakah kemitraan autopilot selalu menguntungkan, jawabannya adalah tergantung.
Untuk itu, kamu perlu memahami tips memilih bisnis kemitraan autopilot agar bisa meminimalisir atau bahkan menghindari potensi kerugian berbisnis kemitraan autopilot.
Tips Memilih Kemitraan Autopilot
Setelah memahami faktor-faktor yang memengaruhi keuntungan, langkah selanjutnya adalah bersikap selektif. Jangan sampai keinginan mendapat penghasilan tambahan malah berujung boncos. Berikut adalah beberapa tips jitu yang bisa kamu terapkan sebelum menandatangani kontrak kerja sama:
1. Lakukan Riset Mendalam terhadap Rekam Jejak Merek
Hal pertama dan paling krusial adalah jangan malas mencari tahu siapa di balik layar bisnis tersebut. Pastikan perusahaan atau manajemen pengelola memiliki legalitas yang jelas (seperti PT) dan memiliki reputasi yang baik.
Kamu bisa mencari ulasan di internet, media sosial, atau forum diskusi bisnis untuk melihat apakah ada keluhan dari mitra sebelumnya.
Merek yang kredibel biasanya transparan mengenai sejarah bisnis mereka dan tidak memiliki catatan kasus penipuan atau manajemen yang buruk di masa lalu. Ingat, kamu menitipkan uangmu pada mereka, jadi kepercayaan adalah kunci utamanya.
2. Pilih Produk yang Sustainable, Bukan Cuma Viral
Sering kali, kita tergiur dengan produk yang sedang booming atau viral di media sosial.
Namun, dalam memilih kemitraan autopilot, sebaiknya kamu berpikir jangka panjang.
Pilihlah jenis produk atau jasa yang merupakan kebutuhan sehari-hari dan pasarnya stabil, bukan musiman.
Produk yang hanya mengandalkan tren sesaat berisiko mengalami penurunan omzet drastis ketika trennya mereda.
Sebaliknya, bisnis dengan produk yang sustainable (berkelanjutan) cenderung memiliki napas yang lebih panjang dan arus kas yang lebih aman untuk investasi pasif.
3. Pahami Detail Perhitungan Balik Modal (BEP)
Jangan mudah tergoda dengan simulasi keuntungan fantastis yang ada di brosur penawaran. Kamu wajib menghitung ulang estimasi Break Even Point (BEP) atau balik modal dengan logika yang realistis.
Tanyakan secara rinci mengenai komponen biaya operasional, gaji karyawan, hingga biaya tak terduga lainnya.
Bandingkan juga harga bahan baku yang wajib dibeli dari pusat dengan harga pasaran.
Kalau selisihnya terlalu jauh (terlalu mahal), itu bisa mengurangi keuntungan bersihmu nanti. Pastikan hitungan di atas kertas masuk akal dengan kondisi di lapangan.
4. Lakukan Survei Lokasi dan Secara Mandiri
Meskipun tim pusat menawarkan pencarian lokasi, ada baiknya kamu juga turun tangan untuk memvalidasinya.
Jangan ragu untuk mengunjungi gerai-gerai yang sudah beroperasi sebagai pelanggan biasa.
Perhatikan keramaian pengunjung, kualitas pelayanan karyawan, hingga kebersihan gerainya. Dengan melihat langsung operasional di lapangan, kamu bisa mendapatkan gambaran nyata mengenai bagaimana standar manajemen mengelola bisnis tersebut, bukan hanya berdasarkan klaim dari tim mereka.
5. Teliti Isi Perjanjian Kerja Sama, Terutama Soal Aset
Ini adalah poin yang sering diabaikan pemula. Sebelum tanda tangan, baca kontrak pasal demi pasal dengan teliti.
Pastikan klausul mengenai kepemilikan aset tertulis dengan tegas bahwa peralatan dan perlengkapan adalah hak milikmu sepenuhnya sebagai investor.
Hindari kerja sama yang menempatkan status aset sebagai barang sewa atau hak guna pakai, karena ini akan merugikanmu jika sewaktu-waktu kerja sama berhenti. Selain itu, perhatikan juga aturan main mengenai exit strategy atau apa yang terjadi jika bisnis mengalami kerugian atau tutup, agar kamu punya pegangan hukum yang kuat.
Berminat Memulai Bisnis Kemitraan Autopilot?
Terlepas dari berbagai risiko yang perlu dicermati, kemitraan autopilot tetap menawarkan daya tarik tersendiri, yakni efisiensi waktu dan tenaga.
Model bisnis ini menjadi alternatif bagi kamu yang mendambakan passive income tanpa harus pusing memikirkan operasional harian, manajemen karyawan, atau strategi pemasaran.
Cukup dengan menempatkan modal pada mitra yang kredibel, kamu bisa menikmati kebebasan finansial sekaligus tetap memiliki waktu luang untuk aktivitas lain.
Atau istilah kerennya, biarkan sistem yang bekerja keras, sementara kamu cukup menikmati hasilnya.
Apakah Kemitraan MOMOYO Menggunakan Sistem Autopilot?
Jawabannya: bukan. MOMOYO menerapkan sistem kemitraan murni (self-managed), bukan autopilot.
Terdengar lebih repot? Mungkin. Tapi, jangan buru-buru menutup peluang ini.
Meski bukan autopilot, kemitraan MOMOYO menawarkan kelebihan yang justru memberikan rasa aman dan potensi keuntungan jangka panjang yang lebih solid:
1. Brand Awareness yang Kuat
Salah satu risiko terbesar bisnis adalah membangun merek. Di MOMOYO, tugas itu sudah rampung.
Dengan rekam jejak lebih dari 1.500 gerai di Asia dan 1.000 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, MOMOYO memiliki brand awareness yang kuat.
Kamu tidak perlu bersusah payah memperkenalkan produk, karena pasar sudah mengenal dan mempercayainya.
@momoyo.id
Kamu bisa kunjungi media sosial kami untuk membuktikannya sendiri.
2. Kendali Penuh di Tanganmu
Dalam sistem autopilot, kamu sering kali buta terhadap apa yang terjadi di lapangan.
Di MOMOYO, karena kamu terjun langsung, kamu punya kendali penuh atas “kesehatan” bisnismu. Kamu bisa langsung mengevaluasi jika ada kebocoran biaya, inefisiensi karyawan, atau yang lainnya.
Di sisi lain, kamu akan mendapatkan pengalaman menjalankan bisnis secara signifikan.
3. Bimbingan Intensif dari Pusat
Meskipun kamu yang mengelola, kamu tidak dibiarkan sendirian. MOMOYO berkomitmen memberikan dukungan penuh (support system) yang matang.
Mitra akan mendapatkan pelatihan dan bimbingan intensif, mulai dari SOP pembuatan produk, hingga manajemen toko.
Jadi, meskipun kamu pemula, kamu akan dididik menjadi pengusaha FnB yang andal dengan sistem yang sudah teruji ribuan kali.
Bagaimana, MOMO Friends, kamu ingin coba kemitraan autopilot, atau self-managed bersama kemitraan MOMOYO?