Dari banyaknya varian yang ada, es krim cone barangkali jadi es krim yang paling populer.
Sebab, ia hanya dihidangkan dengan wadah berbentuk kerucut yang renyah, sehingga dapat dilahap habis tanpa sisa.
Meski terlihat sederhana, ice cream cone menyimpan segudang fakta menarik yang jarang diketahui.
Inilah fakta-fakta unik tentang es krim cone yang bisa menambah wawasanmu seputar hidangan dingin yang satu ini.
Sejarah Es Krim Cone
Kemunculan es krim cone memiliki beberapa versi. Mengutip International Dairy Foods Association (IDFA), es krim cone pertama diproduksi di tahun 1896 oleh seorang imigran dari Italia Bernama Italo Marchiony.
Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada Desember 1903, Marchiony mengantongi hak paten terhadap penemuan cone kala menghidangkan es krimnya.
Sementara itu pada 1904, kreasi es krim cone yang mirip dengan versi Marchiony dikenalkan oleh pedagang asal Suriah Bernama Hamwi.
Dalam sebuah pameran dunia St. Louis, Hamwi menjual zalabi, semacam kue wafel atau waffle dengan tekstur yang agak kering di dekat penjual es krim. Pada masa itu, popularitas es krim terus mengalami kenaikan.
Suatu hari, penjual es krim di sebelah Hamwi kehabisan persediaan wadah es krim. Tanpa berpikir panjang, Hamwi kemudian menggulung zalabinya berbentuk kerucut seperti cone, lalu memberikannya kepada penjual es krim.
Kemudian si penjual es krim menghidangkan beberapa scoop es krim dengan cone tersebut. Singkatnya, pelanggan pun senang dengan es krim cone hasil kolaborasi dadakan ini. Dan sejak saat itu, es krim cone mulai populer hingga sekarang.
Fakta Unik Es Krim Cone
Di balik sejarahnya yang bervariasi, ice cream cone juga menyimpan sejumlah keunikan yang menjadikannya eksis hingga sekarang.
Nah, inilah fakta-fakta unik pada es krim kerucut!
1. Es Krim Cone Terbesar Beratnya Tembus 1 Ton
Kalau biasanya es krim cone besarnya hanya segenggam dan mudah dibawa, ada es krim cone raksasa dengan berat total 999,7 kilogram, atau nyaris satu ton.
Heston Blumenthal adalah pencipta es krim terbesar di dunia yang satu ini.
Dengan tinggi 3.96 meter, es krim buatan Blumenthal mengungguli milik Mirco Della Vecchia dan Andrea Andrighetti, yang dibuat setahun sebelumnya.
Butuh Waktu sekitar satu bulan untuk membuat es krim ini beku. Saking berat dan besarnya ukuran es krim, Blumenthal perlu menggunakan forklift untuk meletakkannya di atas cone.
2. Perdebatan tentang Sejarahnya
Walau kisah Ernest Hamwi paling populer, Italo Marchiony sebenarnya sudah mendapatkan hak paten terkait wadah es krim yang bisa dimakan pada tahun 1903 (setahun sebelum pameran St. Louis).
Namun, bentuk buatan Marchiony lebih mirip cangkir kecil dengan pegangan, bukan kerucut seperti yang kita kenal pada es krim cone sekarang.
Jadi, dari masa ke masa kepopuleran es krim cone, perdebatan tentang siapa penemu pertamanya dan kelezatan rasanya selalu beriringan.
Tak heran, ice cream cone jadi salah satu kudapan dingin favorit orang-orang yang eksis hingga sekarang.
3. Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Dengan asumsi sejarah versi Hamwi yang valid, maka penemuan ice cream cone terjadi secara tidak sengaja.
Bagaimana tidak, pasalnya Hamwi hanya ingin berniat membantu salah satu penjual es krim di sebelahnya yang kehabisan wadah es krim.
Namun, siapa sangka hal yang tidak disengaja ini justru berbuah manis. Es krim cone berhasil menjadi primadona orang-orang di penjuru dunia.
Ini menjadi salah satu penemuan paling unik di dunia, sebab umumnya mahakarya diciptakan dengan riset dan persiapan yang mendalam.
4. Revolusi Penny Licks
Sebelum adanya cone yang dapat dimakan seperti sekarang, mulanya es krim sering dijual dalam gelas kecil yang disebut “Penny Licks”.
Jadi, pelanggan akan menjilat es krim dari gelas tersebut, lalu mengembalikan gelasnya ke penjual untuk dicuci (sering kali dicuci dengan tidak higienis) dan digunakan oleh pelanggan berikutnya.
Itulah mengapa, penemuan cone juga dianggap sebagai revolusi dalam hal sanitasi makanan.
Kira-kira, kalau es krim cone tidak ada, dan Penny Licks eksis hingga sekarang, apakah kamu akan menyukai es krim?
5. Penemuan Mesin Cone Pertama Kali
Meski Hamwi memopulerkan ice cream cone, mesin pertama untuk memproduksi cone secara massal diciptakan oleh Frederick Bruckman dari Portland, Oregon, pada tahun 1912.
Sebelum ada mesin ini, semua cone digulung menggunakan tangan satu per satu.
Tanpa mesin Bruckman, es krim cone barangkali akan tetap menjadi hidangan eksklusif yang hanya ada di pameran atau toko khusus karena sulitnya proses pembuatan manual.
Tapi tenang, es krim cone sekarang menjelma sebagai hidangan beku yang inklusif dengan harga terjangkau.
Kalau berminat, kami akan memberikanmu pilihan es krim cone yang harganya terjangkau.
Rekomendasi Ice Cream Cone MOMOYO
Setiap gerai MOMOYO menyediakan sejumlah varian es krim yang bisa kamu pilih. Khusus untuk ice cream cone, ada tiga rasa yang bisa kamu coba, yakni matcha, vanilla, dan coklat yang menjadi rasa baru dan tergabung dalam Choco Series MOMOYO.
Varian rasa vanilla dan matcha bisa kamu dapatkan dengan harga Rp8 ribu, sementara rasa cokelat Rp9 ribu.
Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa menikmati es krim cone yang lembut sekaligus cone yang renyah. Kalau masih kurang, kamu bisa baca artikel kami yang mengulas rekomendasi es krim terenak di MOMOYO.
Segera datangi gerai MOMOYO terdekat di wilayahmu untuk mencicipi es krim dengan sejarah yang panjang ini. Selamat mencoba!