Deretan Ice Cream Jadul yang Cocok untuk Nostalgia

Saat globalisasi dan modernisasi mulai merebak di mana-mana, tren lawas atau jadul era 90-an dan 2000-an awal kembali muncul ke permukaan dan digemari Gen Z hingga Gen Alpha.

Tak hanya musik dan fesyen, kuliner jadul seperti es krim juga turut digemari di antara berbagai jenis es krim modern.

Menariknya, meningkatnya kegemaran terhadap tren lawas ini justru disebabkan oleh modernisasi itu sendiri, lantaran konten-konten media sosial dari influencer yang sangat berkontribusi besar.

Dan sisi positifnya, ini membuktikan walau di tengah disrupsi zaman, tren lawas masih punya sisi menarik di kalangan anak mudah zaman sekarang.

Nah, kalau MOMO Friends ingin mencoba merasakan manisnya kenangan zaman dulu dalam wujud es krim, kami akan mengulas sejumlah es krim jadul melalui artikel ini. Simak, ya!

Rekomendasi Es Krim Jadul yang Tak Kalah Lezat!

Di antara beragam jenis es krim jadul yang diulas kali ini, barangkali kamu juga menyukainya. Berikut daftar lengkapnya:

1. Es Gabus

Jika es krim modern berlomba-lomba menawarkan tekstur creamy yang lumer, Es Gabus justru juara karena keunikannya yang padat namun lembut seperti busa. Terbuat dari tepung hunkwe yang dibekukan, es jadul ini biasanya tampil dengan warna-warni pelangi yang sangat instagenic. 

Tak heran jika banyak konten kreator yang mencoba recreate resep ini karena visualnya yang cantik dan teksturnya yang unik saat digigit.

2. Es Dung-Dung/Es Puter

Mungkin banyak MOMO Friends yang tidak menyadari bahwa Es Dung-Dung atau Es Puter adalah pelopor es krim plant-based atau non-susu di Indonesia. 

Alih-alih menggunakan susu sapi (dairy), es krim ini memanfaatkan kekayaan alam tropis kita, yaitu santan kelapa. 

Hasilnya adalah tekstur yang tak kalah creamy dengan rasa gurih yang khas.

Disajikan dengan cone kerupuk berwarna merah muda, Es Puter membuktikan bahwa inovasi kuliner lokal mampu bertahan menghadapi disrupsi zaman karena cita rasanya yang memang sangat “Indonesia”.

3. Es Potong

Es Potong adalah definisi street food yang sesungguhnya. Penjual akan memotong es berbentuk balok/tabung dengan rasa cokelat, stroberi, atau kacang hijau sesuai permintaan, lalu menusuknya dengan lidi dan mencelupkannya ke lelehan cokelat. Bentuknya yang handy dan praktis membuatnya tetap relevan dikonsumsi sambil jalan-jalan santai sore hari.

Harganya yang murah meriah menjadi salah satu alasan mengapa generasi sekarang menyukainya.

4. Es Mambo/Es Lilin

Jauh sebelum es krim kemasan membanjiri freezer di minimarket, Es Mambo jadi idola di warung tetangga dan kantin sekolah. 

Es Mambo atau Es Lilin terbuat dari cairan manis seperti dari sirup, teh, hingga bubur kacang hijau yang dibekukan dalam plastik bening memanjang.

Kesederhanaannya inilah yang justru menjadi daya tarik. Secara filosofis, es ini mengajarkan kita bahwa kebahagiaan bisa didapat dari hal yang paling simpel.

Di era digital ini, Es Mambo sering kali direplikasi menjadi konten “DIY” (Do It Yourself) yang viral karena proses pembuatannya yang memantik memori nostalgia.

5. Es Doger

Berbeda dengan jenis es stik, Es Doger menawarkan kompleksitas rasa dalam tiap sajiannya. 

Berbasis es serut dengan santan, sajian ini dilengkapi dengan isian yang kaya tekstur seperti ketan hitam, tape singkong, hingga potongan roti tawar.

Popularitas Es Doger yang tetap tinggi hingga kini, bahkan sering hadir di resepsi pernikahan modern menunjukkan bahwa kuliner jadul ini telah beralih dari jajanan rakyat menjadi sajian penutup yang ikonik dan diterima di berbagai lapisan masyarakat.

Nah, itulah tadi deretan ice cream jadul yang mampu membuktikan bahwa tren lawas selalu punya cara untuk kembali relevan.

Kalau kamu tumbuh dan besar di zaman setelah tahun 2000-an awal, kamu mungkin lebih familier dengan es krim sundae, gelato, atau sorbet. Namun, sempatkanlah untuk menjajal macam-macam ice cream jadul ini untuk memperkaya referensi kamu tentang khazanah es krim jadul di Indonesia. Selamat mencoba, MOMO Friends!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *