5 Es Krim Jadul yang Cocok untuk Nostalgia

ice cream jadul

Saat globalisasi dan modernisasi mulai merebak di mana-mana, tren lawas atau jadul era 90-an dan 2000-an awal malah kembali muncul ke permukaan dan digemari Gen Z hingga Gen Alpha.

Tak hanya musik dan fesyen, kuliner jadul seperti es krim juga turut digemari di antara berbagai jenis es krim modern.

Menariknya, meningkatnya kegemaran terhadap tren lawas ini justru disebabkan oleh modernisasi itu sendiri, lantaran konten-konten media sosial dari influencer yang sangat berkontribusi besar.

Dan sisi positifnya, ini membuktikan walau di tengah disrupsi zaman, tren lawas masih punya sisi menarik di kalangan anak mudah zaman sekarang.

Nah, kalau MOMO Friends ingin mencoba merasakan manisnya kenangan zaman dulu dalam wujud es krim, kami akan mengulas sejumlah es krim jadul melalui artikel ini. Simak, ya!

Rekomendasi Es Krim Jadul yang Tak Kalah Lezat!

Di antara beragam jenis es krim jadul yang diulas kali ini, barangkali kamu juga menyukainya. Berikut daftar lengkapnya:

1. Es Gabus

es gabus
Ilustrasi es gabus. Sumber: YouTube/CR COOK

Bagi masyarakat Indonesia, es gabus adalah sebenar-benarnya pengingat akan masa kecil. Es ini mencapai puncak popularitasnya pada tahun 90-an dan 2000-an awal sebagai jajanan wajib di depan gerbang sekolah dasar.

Sesuai dengan namanya, es ini menawarkan sensasi unik yang tidak ditemukan pada es krim modern. Tekstur es gabus memang padat, tapi sebetulnya empuk menyerupai gabus saat digigit.

Berkat penggunaan tepung hunkwe, es ini memberikan tekstur yang sama sekali tidak keras, seolah membawa kita kembali ke kenangan masa kecil yang terasa begitu ringan dan penuh warna.

2. Es Dung-Dung/Es Puter

es dung-dung
Ilustrasi es dung-dung/es putar. (Sumber: Wikimedia Commons)

Mungkin banyak MOMO Friends yang belum menyadari kalau jauh sebelum tren gaya hidup sehat mendunia, Indonesia sudah punya pelopor es krim plant-based melalui es dung-dung atau es puter.

Alih-alih memakai susu sapi (dairy), es tradisional ini memanfaatkan santan kelapa sebagai bahan dasarnya.

Penggunaan santan memberikan tekstur yang padat dan creamy dan menciptakan kombinasi rasa manis-gurih yang sangat autentik. Es puter disajikan dalam cone atau juga bisa diapit dengan roti tawar.

Es krim jadul khas Indonesia ini adalah bukti nyata bahwa inovasi kuliner lokal mampu bertahan di tengah gempuran produk modern karena karakter rasanya yang memang sangat dekat dengan lidah masyarakat Indonesia.

Salah satu bukti yang paling tampak adalah bahwa es dung-dung/es puter sudah naik kelas. Kamu bisa menjumpainya dalam acara-acara formal (pernikahan) yang terkadang menyajikan es ini dengan cangkir.

3. Es Potong

es potong
Ilustrasi es potong dengan lapisan coklat. Sumber: YouTube/Cooking with Hel

Es Potong adalah definisi street food yang sesungguhnya. Beda dari es krim yang dicetak satu per satu, es potong dibuat dalam bentuk balok panjang atau tabung yang hanya akan dipotong sesuai pesanan.

Metode potong di tempat ini memastikan setiap porsi tetap segar dan punya ukuran yang pas untuk digenggam.

Selain rasa klasiknya, seperti stroberi, cokelat, atau kacang hijau, daya tarik utama dari es ini terletak pada sensasi lapisan cokelatnya.

Begitu es ditusuk lidi dan dicelupkan ke dalam lelehan cokelat cair, suhu dingin es akan seketika membekukan cokelat tersebut menjadi lapisan padat yang renyah (cracking). Perpaduan ini tentunya akan menambah experience kamu saat memakan es potong.

Bentuknya yang handy (serupa popsicle) dan tanpa wadah membuatnya menjadi camilan yang sangat praktis dikonsumsi sambil berjalan santai.

Dari segi harga, es potong tetap ramah di kantong. Walau begitu, ia adalah bukti kalau kuliner yang jujur dan tanpa banyak hiasan tetap punya tempat spesial di tengah gempuran dessert modern yang beragam.

4. Es Mambo/Es Lilin

es lilin
Ilustrasi es lilin. Sumber: Wikimedia Commons/Nurhidayah Tanjung

Kalau es krim modern seperti sunda sering menonjolkan ragam topping-nya, es mambo (atau sering disebut es lilin di Jawa Barat) adalah simbol dari kesederhanaan yang tak lekang oleh waktu.

Dinamakan “es lilin” karena bentuknya yang panjang dan ramping menyerupai lilin, dan jadi salah satu jenis dessert beku yang paling mudah dikenali di seluruh penjuru Nusantara.

Keunikan es krim jadul yang satu ini terletak pada fleksibilitas bahan bakunya. Ia bisa berbasis air (sirup atau jus buah) maupun berbasis susu dan santan.

Dari sisi kesehatan, es mambo umumnya memakai bahan-bahan alami yang diolah secara rumahan, seperti rebusan kacang hijau, ketan hitam, sampai potongan kelapa muda yang memberikan tekstur “gigit” di sela-sela bekunya es.

Cara menikmatinya pun sangat khas, dengan mengisap es langsung dari kemasan plastiknya. Dari sisi yang lain, bentuk plastiknya yang kedap udara memudahkan es membeku dengan sangat padat, sehingga tidak mudah cair dan lebih awet dinikmati terutama di tengah cuaca yang terik.

5. Es Doger

es doger
Ilustrasi es doger. Sumber: Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata

Es doger juga jadi salah satu opsi es krim jadul yang tak kalah populer dan segar. Nama doger sendiri berasal dari singkatan kata dorong gerobak, yang merujuk pada cara penjual yang menjajakan es ini berkeliling pemukiman penduduk.

Pada dasarnya, es doger adalah es serut yang kaya akan santan dan aroma sirup koko pandan yang memberikan warna merah muda.

Selain pada esnya, kombinasi topping es doger jadi daya tarik tersendiri. Kamu akan menemukan kombinasi antara peuyeum (tape singkong), ketan hitam, potongan roti tawar, sampai alpukat atau nangka.

Keberadaan tape singkong dan ketan hitam bukan tanpa alasan. Proses fermentasi pada bahan-bahan tersebut memberikan sedikit sensasi asam segar yang mengimbangi rasa manis-gurih dari es santannya.

Secara nutrisi, kombinasi ini juga memberikan asupan serat yang lebih tinggi dibandingkan es krim biasa. Tekstur es serutnya yang halus tapi tetap terasa saat menyentuh lidah. Alhasil, es doger jadi salah satu es krim jadul yang sangat memuaskan, terutama sebagai pencuci mulut yang mampu menetralisir rasa setelah menyantap makanan berat.

Nah, jadi itulah tadi deretan ice cream jadul yang mampu membuktikan bahwa tren lawas selalu punya cara untuk kembali relevan.

Kalau kamu tumbuh dan besar di zaman setelah tahun 2000-an awal, kamu mungkin lebih familier dengan es krim sundae, gelato, atau sorbet. Namun, sempatkanlah untuk menjajal macam-macam ice cream jadul ini untuk memperkaya referensi kamu tentang khazanah es krim jadul di Indonesia. Selamat mencoba, MOMO Friends!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *