Es krim telah menjadi camilan inklusif yang bisa dijangkau dengan mudah oleh semua kalangan.
Hampir di seluruh penjuru kota dan kabupaten di Indonesia telah tersebar gerai-gerai es krim yang ramai pembeli.
Kemunculan berbagai merek es krim di Indonesia menjadi pertanda kalau peluang bisnisnya begitu menggiurkan.
Tapi, apakah bisnis es krim di Indonesia menguntungkan? Jika menguntungkan, bagaimana cara memulainya?
MOMOYO akan memberikan pencerahan seputar bisnis es krim di Indonesia, mulai dari peluangnya, besaran modal, serta panduan menjalankannya untuk pemula.
Menilik Peluang Bisnis Es Krim di Indonesia
Sebelum berbicara soal potensi bisnisnya, kamu harus tahu bagaimana ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap camilan dingin ini.
Kalau ditarik berpuluh-puluh tahun ke belakang, es krim hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu. Kini, es krim sudah lebih “merakyat” dari segi harganya, sehingga jangkauannya pun lebih luas.
Hal ini tidak lepas dari peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun yang membuat masyarakat lebih mudah untuk mengonsumsi es krim.
Momentum positif ini juga diperkuat data IMARC Group, yang mencatat valuasi pasar es krim nasional telah menembus angka 1,069 miliar dolar AS (Rp17,6 triliun jika asumsi kurs Rp16.500) pada tahun 2025, dan diproyeksikan terus menanjak secara konsisten dengan asumsi tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 5,12% menjadi 1,67 miliar dolar AS (Rp27,6 triliun) hingga tahun 2034.
Artinya, bisnis es krim di Indonesia sedang berproses menjadi sektor ‘lahan basah’ dengan potensi profitabilitas jangka panjang yang sangat menjanjikan.
Tantangan Memulai Bisnis Es Krim bagi Pemula
Secara data dan proyeksi, jika merunut IMARC sebelumnya, bisnis es krim di Indonesia memiliki potensi yang tinggi setidaknya selama satu dekade ke depan.
Meski begitu, tidak serta-merta siapa pun yang ingin memulai usaha es krim tidak akan memiliki tantangan.
Adapun beberapa tantangan memulai bisnis es krim terutama bagi pemula:
1. Persaingan Pasar yang Sangat Ketat
Tantangan pertama yang paling nyata adalah kompetisi yang kian sengit. Seperti yang kita lihat, gerai es krim kini menjamur di setiap sudut jalan, mulai dari pusat perbelanjaan hingga kawasan perumahan.
Belum lagi, pemain lama yang sudah memiliki nama besar mendominasi pasar, membuat pelaku bisnis baru harus bekerja ekstra keras untuk merebut perhatian konsumen.
Tanpa strategi diferensiasi yang kuat, bisnis es krim baru berisiko “tenggelam” di tengah padatnya pesaing yang menawarkan produk serupa.
2. Membangun Brand Awareness dari Nol
Bagi pebisnis pemula yang memilih jalur mandiri (bukan franchise), membangun kepercayaan konsumen adalah hal yang tidak mudah.
Masyarakat Indonesia cenderung loyal pada merek yang sudah mereka kenal rasanya. Jadi, memperkenalkan merek baru membutuhkan biaya pemasaran yang tidak sedikit dan waktu yang cukup lama untuk meyakinkan konsumen bahwa es krim kamu memiliki kualitas yang setara, atau lebih baik daripada merek-merek ternama, termasuk yang berasal dari mancanegara.
3. Cold Chain Management yang Kompleks
Berbeda dengan bisnis kuliner kering, bisnis es krim sangat bergantung pada manajemen suhu (dingin) yang akurat.
Tantangan utamanya adalah menjaga kualitas produk mulai dari pengiriman bahan baku hingga sampai ke tangan konsumen agar tidak mencair atau rusak.
Hal ini menuntut infrastruktur yang memadai, seperti ketersediaan freezer berkualitas tinggi dan pasokan listrik yang stabil.
Jadi, kegagalan dalam manajemen cold chain bisa membengkakkan biaya operasional akibat pemborosan bahan baku (karena rusak/leleh).
Melihat deretan tantangannya, barangkali membuat nyali calon pebisnis pemula, termasuk kamu, sedikit menciut. Membangun semuanya sendirian memang berisiko tinggi dan memakan waktu (serta biaya) yang tidak sedikit.
Namun, kabar baiknya, kamu tidak harus menghadapinya sendiri. Ada jalan pintas strategis untuk memangkas risiko kegagalan dan mempercepat balik modal, yaitu dengan memilih model bisnis kemitraan (franchise).
Dengan sistem ini, kamu tidak perlu pusing memikirkan formulasi produk, strategi branding, atau sistem rantai pasok yang rumit, karena semua sistem tersebut sudah disediakan dan teruji keberhasilannya.
Mengapa Memilih Kemitraan Es Krim?
Memilih jalur kemitraan atau franchise adalah strategi bisnis cerdas untuk meminimalisir risiko, terutama bagi kamu yang baru terjun memulai bisnis.
Ketimbang harus membangun bisnis sendiri yang penuh ketidakpastian, model kemitraan menawarkan jalan pintas menuju kesuksesan lewat dukungan sistem yang terbukti sukses.
Berikut adalah alasan utama mengapa kemitraan es krim adalah opsi paling rasional untuk pemula:
1. Memangkas Biaya dan Waktu Branding
Tantangan terbesar bisnis baru adalah membuat orang percaya untuk mencoba. Dengan bermitra, kamu tidak perlu bakar uang untuk memperkenalkan merek dari nol.
Kamu bisa langsung mendompleng popularitas brand yang sudah dikenal luas dan memiliki basis pelanggan setia.
Saat gerai dibuka, konsumen datang karena mereka sudah percaya pada rasa dan kualitas brand tersebut.
2. Sistem Operasional yang Terstandarisasi (SOP)
Salah satu penyebab kegagalan bisnis pemula adalah manajemen yang berantakan.
Dalam sistem kemitraan, kamu seperti membeli pengalaman sukses.
Segala hal mulai dari resep menu, standar pelayanan, seragam karyawan, hingga tata letak gerai sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang baku. Kamu benar-benar tinggal menjalankannya tanpa perlu melakukan trial and error yang berisiko.
3. Solusi Cold Chain yang Terjamin
Menjawab tantangan manajemen logistik yang kompleks, bermitra berarti kamu mendapatkan dukungan penuh dari pusat (prinsipal).
Dimulai dari pasokan bahan baku yang dikirim secara terstandar, peralatan yang dibutuhkan, sampai penyimpanan stok didukung oleh peralatan yang direkomendasikan pusat.
Risiko kerusakan bahan baku akibat salah penanganan bisa diminimalisir secara signifikan.
4. Inovasi Produk yang Berkelanjutan
Persaingan pasar menuntut inovasi menu yang terus-menerus agar konsumen tidak bosan.
Jika berbisnis sendiri, kamu perlu memiliki tim R&D (Research and Development) yang memakan biaya besar.
Namun, dalam kemitraan, tim pusatlah yang bekerja keras menciptakan varian rasa baru dan strategi marketing yang viral, sementara kamu hanya fokus pada penjualan di gerai.
Rekomendasi Kemitraan Es Krim di Indonesia
@kemitraanmomoyo Inilah alasan Pak Lukman memilih Momoyo. Beliau telah merasakan perbedaan yang nyata antara Momoyo dengan brand lainnya. Momoyo mungkin jauh dari kata sempurna, namun kami selalu berkomitmen memberikan yang terbaik dan terus berinovasi untuk berkembang menjadi bisnis F&B yang lebih unggul setiap harinya. #momoyo #momoyoindonesia #bisniskemitraan #momoyoyoflip #yoflip ♬ fresh – nanaacom
Setelah memahami betapa krusialnya peran mitra dalam memangkas risiko bisnis, langkah selanjutnya adalah memilih partner yang tepat.
Di tengah maraknya tawaran franchise es krim saat ini, kamu harus selektif memilih brand yang punya fundamental bisnis kokoh dan visi jangka panjang.
Berdasarkan hal ini, kamu bisa mempertimbangkan untuk memilih MOMOYO.
Sebagai brand es krim lokal yang sedang tumbuh pesat, MOMOYO menawarkan paket lengkap solusi bisnis bagi para pemula maupun investor berpengalaman.
Berikut adalah alasan mengapa MOMOYO layak menjadi mitra investasi kamu:
1. Merek yang Kuat
Kamu tidak perlu bersusah payah melakukan promosi dari nol dengan dana besar untuk iklan.
Sebab, MOMOYO adalah merek es krim dan minuman kekinian yang telah dikenal luas, dan seluruh aktivitas promosi hingga branding akan diurus oleh pusat.
Kamu bisa lihat sendiri seberapa populer MOMOYO, baik di media sosial maupun secara real life.
@momoyo.id
Gerai kami telah tersebar di 1000 lokasi seluruh Indonesia, dan 1500+ di Asia Tenggara.
2. Sistem yang Terbukti Sukses
Tanpa sistem yang berhasil, mustahil rasanya bagi MOMOYO untuk bisa memiliki lebih dari 1500 gerai sampai saat ini.
Sistem ini telah teruji di berbagai kondisi pasar dan lokasi, sehingga menciptakan standar operasional (SOP) yang matang dan mudah diduplikasi.
Mulai dari manajemen stok, efisiensi bahan baku, hingga tata cara pelayanan, semuanya telah terstruktur dengan rapi.
Mitra tidak perlu lagi meraba-raba atau bereksperimen sendiri dalam menjalankan gerai, melainkan cukup mengikuti “peta jalan” sukses yang sudah disediakan dan tervalidasi oleh manajemen pusat MOMOYO.
3. Seluruh Keuntungan Milik Mitra
Salah satu daya tarik utama kemitraan MOMOYO adalah kebijakan keuntungannya yang sangat pro-mitra.
Berbeda dengan sistem franchise lain yang mungkin membebankan biaya royalti bulanan yang tinggi atau sistem bagi hasil yang rumit dari omzet, di MOMOYO, 100% keuntungan bersih dari operasional gerai adalah hak penuh mitra.
Tak ada potongan bagi hasil yang harus disetorkan ke pusat dari penjualan harian Anda.
Dengan begini, kamu bisa mencapai Return on Investment (ROI) atau balik modal lebih cepat.
4. Inovasi Produk Baru Tiap 45 Hari
MOMOYO berkomitmen menjaga antusiasme pasar dengan strategi peluncuran menu baru secara berkala, yakni setiap 45 hari.
Tim R&D (Research and Development) pusat bekerja keras meracik varian rasa yang mengikuti tren terkini, seperti varian Choco Series atau edisi terbaru mendatang.
Dengan siklus inovasi yang cepat ini, pelanggan akan selalu punya alasan baru untuk datang ke gerai.
Pada akhirnya, hal ini akan menjaga traffic penjualan tetap tinggi, dan membuat brand tetap relevan di tengah persaingan.
5. Mitra Mendapatkan Bimbingan Intensif
Kami memahami bahwa tidak semua mitra memiliki latar belakang bisnis kuliner. Oleh karena itu, MOMOYO memberikan dukungan pelatihan yang menyeluruh dari hulu ke hilir.
Sebelum Grand Opening, mitra dan staf akan mendapatkan pelatihan teknis (pembuatan produk) dan manajerial (pengelolaan toko).
Namun, dukungan tidak berhenti di situ. Setelah gerai beroperasi, tim pusat akan terus memantau performa dan memberikan pendampingan bisnis.
Jika terjadi kendala operasional atau penjualan, tim konsultan MOMOYO siap berdiskusi untuk mencari solusi terbaik.
Prinsipnya, kamu tidak dibiarkan berjalan sendirian, melainkan dibimbing untuk sukses bersama.
Berapa Modal Bisnis Kemitraan Es Krim?
MOMOYO menawarkan empat jenis paket investasi yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu:
- Pindah Brand ke MOMOYO (Mulai Rp90 Jutaan): Opsi paling hemat bagi kamu yang sudah punya usaha es krim dan ingin ‘ganti baju’ ke MOMOYO untuk meningkatkan performa bisnis.
- Mini Store (Mulai Rp200 Jutaan): Pilihan ideal untuk lokasi dengan lahan terbatas tapi tetap ingin menghadirkan pengalaman MOMOYO yang lengkap.
- Standard Store (Mulai Rp300 Jutaan): Paket standar yang cocok untuk ruko atau lokasi strategis dengan kapasitas pengunjung menengah.
- Flagship Store (Mulai Rp800 Jutaan): Tipe gerai terbesar dan termewah untuk memberikan pengalaman dine-in maksimal bagi pelanggan. Jenis paket ini sudah termasuk produk pastry MOMOYO.
Angka-angka tersebut tentu sebanding dengan fasilitas yang akan kamu dapatkan. Untuk detail lebih lanjut mengenai apa saja yang termasuk dalam paket tersebut, kamu bisa langsung menghubungi tim konsultasi kami, gratis.
Jadi, tunggu apa lagi? Jangan biarkan modal menjadi penghalang mimpi bisnismu. Pilih paket yang paling pas, dan mari sukses bersama Kemitraan MOMOYO!