Perbedaan Brown Sugar, Palm Sugar, Gula Merah, dan Gula Aren

Saat menikmati aneka hidangan penutup atau minuman kekinian, tak jarang kita menjumpai istilah brown sugar, gula aren, palm sugar, dan gula merah secara bergantian. 

Sekilas, keempat jenis gula ini terlihat mirip, ya, MOMO Friends. Semuanya berwarna kecoklatan dan rasanya manis legit. 

Tapi, tahukah kamu kalau brown sugar, palm sugar, gula aren, dan gula merah sebenarnya punya bahan dasar, proses pembuatan, dan karakteristik rasa yang sangat kontras?

Nah, agar tidak salah pilih, kamu perlu tahu masing-masing bedanya, terlebih jika kamu ingin tahu nutrisi dari gula tersebut yang masuk ke dalam tubuh. 

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan keempat jenis gula tersebut agar kamu tak lagi salah pilih.

Bedanya Gula Merah, Brown Sugar, Gula Aren, dan Palm Sugar

Berikut masing-masing ulasang perbedaan keempat gula yang kerap digunakan untuk bahan minuman kekinian hingga es krim:

1. Brown Sugar

Jenis gula yang pertama ialah brown sugar, yang kerap dikira sama dengan gula merah, dan dianggap sebagai gula murni karena warnanya. Padahal, brown sugar adalah adalah produk olahan turunan tanaman tebu, yang menjadi asal-usul gula pasir.

  • Bahan Dasar: Gula cokelat ini berkomposisi gula pasir yang ditambahkan dengan molase (sari tebu kental berwarna gelap sisa proses penggilingan).
  • Proses Pembuatan: Gula pasir putih dicampur dengan molase dalam kadar tertentu untuk menghasilkan warna cokelat dan tekstur yang lembap (moist).
  • Rasa: Manis seperti permen karamel dengan tekstur seperti pasir basah.
  • Kandungan Nutrisi: Mengutip data dari USDA (United States Department of Agriculture), brown sugar mengandung kalsium, zat besi, dan kalium yang berasal dari molase. Namun, jumlahnya sangat kecil sehingga tidak memberikan dampak kesehatan yang signifikan dibanding gula pasir biasa. Selain itu, kandungan kalorinya sebesar: 380 kkal per 100g.

2. Gula Merah (Gula Jawa)

Sementara itu, gula merah adalah gula tradisional yang paling sering ada di dapur untuk memasak, walaupun juga biasa dipakai untuk minuman seperti es cincau, es cendol, dan masih banyak lagi. Mari simak beberapa fakta seputar gula yang dijual dalam bentuk silinder hingga setengah lingkaran ini.

  • Bahan Dasar: Umumnya, gula merah dibuat dari nira (cairan yang keluar dari pohon) kelapa (Cocos nucifera).
  • Proses Pembuatan: Nira kelapa disaring kemudian dimasak (direbus) hingga mengental, lalu dicetak dalam batok kelapa atau bumbung bambu hingga mengeras menjadi bentuk silinder atau setengah bola.
  • Rasa: Gula merah punya rasa manis yang gurih dan sedikit rasa santan/kelapa yang tertinggal (aftertaste).
  • Kandungan Nutrisi: Gula kelapa mengandung serat bernama Inulin. Mengutip Healthline, inulin dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa, sehingga gula jenis ini sering diklaim memiliki Indeks Glikemik (IG) lebih rendah daripada gula tebu.

3. Gula Aren

Gula aren yang juga digunakan dalam varian menu Milk Tea MOMOYO tak luput dari anggapan “gula aren itu ya gula merah”. Pohon aren atau enau sendiri sebetulnya berbeda dengan pohon kelapa. Kolang-kaling adalah buah yang dihasilkan pohon aren, sementara niranya dapat diolah menjadi gula aren. Simak beberapa fakta di balik gula aren berikut ini:

  • Bahan Dasar: Nira dari pohon Enau atau Aren (Arenga pinnata). 
  • Proses Pembuatan: Mirip dengan gula merah, tapi nira aren membutuhkan waktu masak yang lebih spesifik untuk menghasilkan aroma asap (smokey) yang khas.
  • Rasa: Warnanya jauh lebih gelap (cokelat pekat), aromanya kuat dan wangi (smokey), serta rasanya lebih legit dan tidak terlalu eneg.
  • Kandungan Nutrisi: Merujuk pada Alodokter, gula aren mengandung mineral yang lebih banyak ketimbang gula pasir. Ada pula vitamin B2. Dengan kandungan nutrisi ini, gula aren sangat tepat dijadikan pemanis alami yang lebih menyehatkan, namun tetap dalam kadar yang tidak berlebihan.

4. Palm Sugar

Dari ketiga jenis gula di atas, istilah yang keempat ini sering kali membingungkan karena sering dipakai untuk menamai gula aren maupun gula merah.

Secara teknis, palm sugar bisa merujuk pada gula dari segala jenis pohon palem (termasuk kelapa, aren, siwalan, atau kurma).

Secara bentuk, di supermarket Indonesia, sebutan palm sugar atau gula aren merujuk pada gula aren atau gula kelapa yang telah melalui proses kristalisasi dan pengeringan hingga berbentuk serbuk kering, dan tak jarang disebut juga sebagai gula semut.

Karena berbentuk butiran kering, palm sugar lebih mudah larut dan takarannya lebih presisi untuk pembuatan kue atau taburan donat.

Jadi, saat membeli gula palem, kamu bisa membaca komposisinya. Apakah ia berbahan aren atau kelapa.

Kesimpulannya, gula aren dan gula merah (gula kelapa) itu termasuk ke dalam silsilah palm sugar.

Mana yang Lebih Sehat?

Setelah tahu perbedaan brown sugar dan gula aren, hingga gula merah dan palm sugar, barangkali kamu penasaran tentang mana yang paling menyehatkan.

Meskipun gula aren dan gula merah (gula kelapa) memiliki nutrisi yang sedikit lebih unggul dibanding brown sugar atau gula pasir, perbedaannya tidak terlalu drastis jika dikonsumsi dalam jumlah kecil.

Intinya, semua tidak merubah fakta kalau mengonsumsi gula paling sehat sekalipun dalam jumlah yang berlebihan, tetap tidak baik bagi tubuh yang mengolahnya.

Jadi, kuncinya adalah kualitas dan takaran. Kalau mengutip Kemenkes, kadar konsumsi gula harian yang disarankan sebanyak 50 gram atau 4 sendok makan gula.

Nah, setelah mengenal perbedaan brown sugar, palm sugar, gula merah, dan gula aren, apakah MOMO Friends sudah bisa membedakannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *