{"id":1316,"date":"2025-12-11T16:40:30","date_gmt":"2025-12-11T09:40:30","guid":{"rendered":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/?p=1316"},"modified":"2025-12-12T09:07:04","modified_gmt":"2025-12-12T02:07:04","slug":"es-krim-mochi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/es-krim-mochi\/","title":{"rendered":"Es Krim Mochi, Dessert Kenyal dan Lembut yang Mudah Dibuat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mochi merupakan kue khas Jepang yang terbuat dari tepung beras ketan bertekstur kenyal. Tapi saat hadir dalam wujud <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/es-krim-termasuk-makanan-atau-minuman\/\">es krim<\/a>, mochi menawarkan keunikan dalam hal tekstur dan rasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau biasanya es krim pada umumnya terasa creamy dan lembut, es krim mochi mengusung tekstur kenyal dari mochi sekaligus creamy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penasaran seperti apa sebenarnya lezatnya mochi ice cream dan cara buatnya? Ikuti informasi berikut ini, yuk, MOMO Friends!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Es Krim Mochi?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti Namanya, es krim mochi adalah dessert dingin dengan rasa kenyal dan lembut berkat kulit mochi yang tercipta dari tepung ketan (dicampur gula, air, dan sedikit tepung lain seperti maizena) dan isian es krim yang dibekukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, kue mochi memiliki isian kacang hijau, keju, hingga ubi, sementara es krim mochi berisi adonan es krim yang lembut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam setiap gigitan, mochi ice cream menawarkan kombinasi tekstur yang lembut, kenyal, serta dingin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Es krim mochi sangat cocok menjadi kudapan dingin dan mengenyangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sejarah Mochi Ice Cream<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan House<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sejarah es krim mochi merupakan kisah menarik tentang pertemuan dua budaya kuliner yang berawal dari tradisi kuno Jepang hingga menjadi inovasi modern di Amerika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mochi sejatinya adalah makanan berbahan beras ketan yang lekat dengan perayaan tahun baru dan umumnya berisi kacang merah (daifuku).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, evolusi kudapan ini dimulai pada tahun 1981 ketika populernya konsep menikmati mochi berisi es krim sambil memandangi salju musim dingin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inovasi ini kemudian disempurnakan dan dipopulerkan secara global pada awal 1990-an oleh Mikawaya, sebuah toko roti keluarga di Los Angeles, Amerika Serikat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terinspirasi oleh daifuku asli Jepang, Mikawaya menciptakan fusion food dengan mengganti isian kacang merah tradisional menjadi es krim agar lebih diterima oleh lidah orang Amerika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah kreatif inilah yang mengubah mochi yang semula simbol tradisi menjadi kudapan kekinian yang digemari di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagaimana Rasa Es Krim Mochi?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya kami sempat menyebut bahwa es krim mochi berisi es krim yang lembut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini, keistimewaan es krim mochi mulai tampak. Tekstur antara kulit dan isian yang kontras seolah mengecoh siapa pun yang baru kali pertama mencobanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit mochi yang tipis dan terbuat dari tepung membuatnya bertekstur kenyal, lalu bertemu dengan es krim yang padat namun lumer di mulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi varian rasa, seiring dengan popularitas yang terus meningkat, es krim mochi memiliki varian yang sangat beragam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa menemukan ice cream mochi dalam berbagai rasa, mulai dari buah-buahan seperti mangga dan durian, atau rasa manis vanilla, oreo, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Membuat Es Krim Mochi dengan Mudah di Rumah!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu tertarik membuat es krim mochi di rumah, kami akan berikan beberapa langkahnya. Dijamin mudah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Resep ini cukup untuk menghasilkan sekitar 15 hingga 20 butir mochi.<\/span><\/p>\n<p><b>Bahan Adonan Kulit:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">200 gr tepung beras ketan putih<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">50 gr gula pasir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">200 ml susu cair atau santan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 sdm mentega atau margarin (opsional, agar tekstur lembut)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pewarna makanan (opsional)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Bahan Taburan agar Tidak Lengket:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepung maizena atau tepung ketan yang sudah disangrai<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Bahan Isian:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Es krim lembut dengan varian rasa sesuai selera<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Peralatan:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panci kukusan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wadah adonan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Timbangan digital<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sarung tangan plastik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pisau plastik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemasan (jika untuk dijual)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Langkah-langkahnya:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li><b> Mencampur Adonan\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masukkan tepung ketan, gula, dan susu cair ke dalam wadah. Aduk rata menggunakan spatula atau mixer roti. Pastikan adonan halus dan tidak menggumpal.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Kukus Adonan\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuang adonan ke dalam loyang. Kukus selama \u00b120\u201325 menit. Cek kematangan dengan menusuk adonan. Kalau teksturnya sudah mengental dan terasa kenyal, berarti sudah matang.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b> Siapkan Tepung Sangrai<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selagi menunggu atau setelah mengukus, sangrai tepung maizena untuk nanti dipakai agar agar adonan mochi tidak lengket di tangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan tepung ini sebagai alas meja kerja dan baluran luar mochi.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b> Uleni dan Potong Adonan<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan adonan yang sudah matang di atas taburan tepung maizena yang telah disangrai tadi, kemudian uleni dengan perlahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah agak hangat, pipihkan adonan lalu potong-potong menjadi bagian kecil sesuai ukuran yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><b> Masukkan Isian dan Mulai Membentuk Es Krim Mochi<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil satu potongan adonan, pipihkan, lalu beri isian berupa es krim. Tutup rapat dan bentuk menjadi bulat rapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beri sedikit baluran tepung sangrai lagi di luarnya agar antar mochi tidak saling menempel. Setelah itu, masukkan ke dalam freezer.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips Membuat Mochi Ice Cream Agar Maksimal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat es krim mochi sendiri di rumah memang terlihat menyenangkan, tetapi ada tantangannya sendiri, sebab kamu harus memperhatikan pengaturan suhunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, supaya hasilnya cantik dan tidak berantakan, perhatikan sejumlah tips penting berikut ini ya, MOMO Friends:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b> Freezer Is A Must<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan saat membuat es krim mochi, kamu melakukannya di dekat freezer. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil adonan, isi, bungkus, dan langsung masukkan kembali ke freezer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan biarkan adonan atau es krim menunggu terlalu lama di suhu ruang agar tidak cepat meleleh.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Jangan Pelit Tepung &amp; Plastic Wrap\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adonan mochi itu sangat lengket. Tanpa bantuan tepung maizena (jagung) atau tepung kentang, adonan akan sulit dibentuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan ragu menaburkan tepung pati secara merata di meja dan juga di rolling pin (penggiling) agar adonan tidak menempel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saat mendinginkan adonan di freezer, pastikan tertutup rapat dengan plastic wrap (plastik pembungkus makanan) agar adonan tidak kering dan sobek.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b> Perlakukan Adonan dengan Lembut\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menggiling adonan mochi, lakukan dengan perasaan. Usahakan membentuknya menjadi persegi atau persegi panjang agar nantinya lebih mudah saat dilipat membungkus bola es krim.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b> Sabar<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun rasanya sudah tidak sabar ingin mencicipi, pastikan adonan mochi dan isian es krimnya benar-benar beku (set) sempurna sebelum lanjut ke langkah berikutnya. Jika terburu-buru, bentuknya bisa penyok atau meleleh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Lengket Kalau adonan terasa terlalu lengket atau tiba-tiba ada lubang kecil, taburkan sedikit tepung lagi dan cubit bagian yang bolong untuk menutupnya kembali. Mudah, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah tadi informasi seputar es krim mochi beserta cara membuatnya. Bagaimana, MOMO Friends, apakah kamu berminat membuatnya? Atau jika ingin menikmati es krim jenis lain, kamu bisa mencoba varian <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/es-krim-rasa-matcha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">es krim rasa matcha<\/a>, <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/waffle-ice-cream\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">waffle ice cream<\/a>, <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/varian-es-krim-sundae\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sundae ice cream<\/a>, atau <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/es-krim-porsi-besar-harga-terjangkau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">es krim porsi besar<\/a> di MOMOYO. Datang ke gerai terdekatmu sekarang!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Mochi merupakan kue khas Jepang yang terbuat dari tepung beras ketan bertekstur kenyal. Tapi saat hadir dalam wujud&hellip;\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1316","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-es-krim"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1316"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1327,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions\/1327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}