{"id":1569,"date":"2026-01-24T12:05:38","date_gmt":"2026-01-24T05:05:38","guid":{"rendered":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/?p=1569"},"modified":"2026-04-16T15:48:01","modified_gmt":"2026-04-16T08:48:01","slug":"perbedaan-franchise-dan-cabang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/perbedaan-franchise-dan-cabang\/","title":{"rendered":"Perbedaan Franchise dan Cabang yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kamu berada di luar kota atau luar negeri dan mendapati suatu bisnis\/merek yang buka gerai di sana, barangkali membuatmu berpikir kalau itu adalah bagian dari cabang yang ada dari pusatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal itu belum tentu, dan bisa jadi karena skema <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/apa-itu-bisnis-franchise\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">franchise<\/a> atau waralaba. Tapi, tahukah kamu apa perbedaan franchise dan cabang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sangat penting untuk diketahui terutama bagi siapa pun yang ingin membuka bisnis yang berkembang menjadi jauh lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, MOMOYO akan mengulas informasi selengkapnya seputar perbedaan keduanya melalui artikel berikut ini. Simak, yuk, MOMO Friends!<\/span><\/p>\n<h2><b>Beda Cabang dan Franchise<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, gerai cabang dan franchise memang terlihat kembar identik. Keduanya memasang logo yang sama, menjual produk yang sama, karyawan memakai seragam yang sama, bahkan desain interiornya pun serupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika dibedah lebih dalam, struktur bisnis di belakangnya sangatlah berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antara franchise dan cabang, ada beberapa hal yang berlainan dari keduanya, seperti:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Status Kepemilikan (Ownership)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan paling mendasar terletak pada siapa pemiliknya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cabang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Pada dasarnya, cabang dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh perusahaan induk (pusat). Jadi, gerai tersebut adalah aset milik perusahaan secara langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Franchise<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sementara itu, franchise dimiliki dan dijalankan oleh pihak lain (mitra atau franchisee) yang membeli hak penggunaan merek dari perusahaan induk, termasuk logo, SOP, dan sebagainya. Jadi, gerai tersebut adalah milik perorangan atau badan usaha milik mitra, bukan milik pusat.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Sumber Modal Awal<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memulai usaha, sumber modal untuk gerai cabang dan franchise juga berlainan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cabang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Seluruh biaya, mulai dari sewa tempat, renovasi, hingga pembelian peralatan, berasal dari modal perusahaan pusat. Pusat bertanggung jawab penuh atas pendanaan ekspansi ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Franchise<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Modal berasal dari kantong mitra. Pihak yang ingin membuka gerai (franchisee) harus membayar biaya kemitraan (franchise fee) dan menyiapkan sejumlah modal untuk sewa lokasi serta renovasi sesuai standar yang ditetapkan pusat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Manajemen dan Operasional<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sama-sama mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaksananya pun berbeda.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cabang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kepala toko (store manager) dan seluruh karyawan adalah pegawai perusahaan pusat. Mereka digaji oleh pusat dan bertanggung jawab langsung kepada manajemen pusat. Kendali operasional juga bersifat terpusat (centralized).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Franchise<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Mitra memiliki kendali lebih besar sebagai &#8220;pemilik bisnis&#8221;. Karyawan direkrut dan digaji oleh mitra. Meski begitu, mitra wajib menjalankan bisnis sesuai SOP dan quality control yang ketat dari pemilik merek (franchisor) agar kualitas produk tetap seragam.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>4. Hak atas Keuntungan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi keuntungan, kamu juga bisa melihat perbedaan franchise dan cabang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cabang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 100% keuntungan masuk ke rekening perusahaan induk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Franchise<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Keuntungan sepenuhnya menjadi milik mitra. Namun, dalam banyak sistem franchise, biasanya ada potongan royalti (royalty fee) sekian persen dari omzet yang harus disetor ke pusat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>5. Risiko Bisnis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap bisnis pasti memiliki risiko. Hal inilah yang membuat kamu bisa memilih jenis risiko yang bisa ditoleransi. Nah, baik cabang maupun franchise, berikut yang harus kamu ketahui:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cabang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jika gerai sepi atau merugi, kerugian tersebut mesti ditanggung oleh perusahaan pusat. Risiko disebar ke seluruh jaringan perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Franchise<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Risiko kerugian ditanggung oleh mitra sebagai pemilik gerai tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi calon mitra untuk memilih brand yang sudah terbukti sukses untuk meminimalisir risiko ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Contoh Perbedaan Franchise dan Cabang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya kamu memiliki gambaran yang lebih nyata, mari kita lihat contohnya secara langsung. Kendati secara visual dari luar tampak sama, &#8220;dapur&#8221; kepemilikannya sangat berbeda.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b> Contoh Bisnis Cabang<\/b> <b>(Company Owned):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Toko pakaian merek internasional yang sering kamu temui di mal-mal besar di pusat kota. <\/span>Biasanya, gerai fashion raksasa seperti ini tidak membuka peluang kemitraan atau franchise bagi perorangan.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Contoh Bisnis Franchise<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sekarang, mari kita ambil contoh sebuah <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"65\">brand<\/i> minuman kekinian yang populer. Saat kamu melihat gerai minuman tersebut yang ramai di ruko dekat rumahmu, itu adalah contoh sukses dari sistem <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"214\">franchise<\/i>. Gerai tersebut kemungkinan besar dimiliki oleh perorangan, sebut saja &#8220;Bapak X&#8221; selaku mitra. Pemilik inilah yang mengeluarkan modal untuk menyewa ruko dan merenovasinya agar sesuai standar desain <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"422\">franchisor<\/i> (perusahaan induk) yang <i data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"457\">eye-catching<\/i>. Karyawan yang melayanimu digaji oleh Bapak X ini. Meski sebagai pemilik, ia menjual produk yang sama persis dan menggunakan standar pelayanan yang seragam dengan gerai cabang lainnya di seluruh Indonesia.<\/span>\u00a0Keuntungan penjualan <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/es-krim-termasuk-makanan-atau-minuman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">es krim<\/a> hari itu sepenuhnya masuk ke kantong Bapak X sebagai pemilik bisnis.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Sudah Tahu Bedanya?<\/b><\/h2>\n<p>Jadi, jika kamu melihat gerai cabang, itu adalah perpanjangan tangan langsung dari perusahaan. Namun, jika kamu melihat gerai franchise dari sebuah brand ternama, itu adalah wujud kolaborasi antara pemilik merek (pusat) dan pengusaha lokal (mitra) untuk tumbuh sukses bersama.<\/p>\n<p>Bagaimana? Sekarang sudah lebih paham, &#8216;kan, kenapa sebuah bisnis franchise bisa berkembang sangat cepat hingga ke berbagai daerah? Itu karena adanya peran aktif dari para mitra hebat di belakangnya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Saat kamu berada di luar kota atau luar negeri dan mendapati suatu bisnis\/merek yang buka gerai di sana,&hellip;\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1569","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-bisnis"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1569"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1569\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1939,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1569\/revisions\/1939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}