{"id":1723,"date":"2026-02-05T11:44:05","date_gmt":"2026-02-05T04:44:05","guid":{"rendered":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/?p=1723"},"modified":"2026-02-07T12:22:19","modified_gmt":"2026-02-07T05:22:19","slug":"apa-itu-popsicle","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/apa-itu-popsicle\/","title":{"rendered":"Apa Itu Popsicle? Apakah Sama dengan Es Krim?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popsicle dan <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/es-krim-termasuk-makanan-atau-minuman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">es krim<\/a> memang sama-sama camilan beku yang punya rasa enak. Kamu barangkali pernah memakan popsicle tetapi mengira bahwa itu adalah es krim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenang, fenomena ini umum terjadi mengingat kebanyakan orang memang lebih familier dengan anggapan bahwa semua camilan beku adalah es krim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, melalui artikel ini, kamu akan secara spesifik mengenal apa itu popsicle dan perbedaannya dengan es krim yang kita kenal. Yuk, mari kita bahas!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Popsicle<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1726 size-full\" src=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/popsicle.jpg\" alt=\"popsicle adalah \" width=\"640\" height=\"427\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/popsicle.jpg 640w, https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/popsicle-300x200.jpg 300w, https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/popsicle-380x254.jpg 380w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popsicle adalah camilan beku yang dapat kamu nikmati langsung dari stiknya. Kamu sendiri pasti sering melihat ada es krim yang disajikan dengan kerucut renyah, dengan cup, atau dengan stik kayu, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk es krim yang disajikan dengan stik kayu dan bertekstur lebih keras, itu dinamakan popsicle.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tak hanya itu, popsicle yang juga dikenal dengan sebutan es loli umumnya menggunakan bahan yang berbeda. Popsicle dibuat menggunakan perasa (bisa sirup, jus, cokelat, vanilla, dsb) yang dibekukan namun tetap mudah mencair di mulut, sementara es krim dibuat dengan bahan baku susu, krim, gula, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara bahan, popsicle cenderung fleksibel ketimbang es krim. Tapi, seiring berkembangnya tren, popsicle memiliki varian rasa yang beragam dengan bahan yang juga semakin kompleks.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fakta Unik Popsicle, Tercipta Karena Tidak Sengaja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya dengan sejarah <\/span><a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/waffle-ice-cream\/#Sejarah_Waffle_Ice_Cream\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">waffle ice cream<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditemukan secara tidak sengaja, popsicle juga demikian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">popsicle.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sejarah Popsicle bermula pada tahun 1905 dari ketidaksengajaan Frank Epperson, seorang bocah 11 tahun di San Francisco yang meninggalkan gelas berisi air dan campuran bubuk soda dengan pengaduk di luar rumah saat malam hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu sedang musim dingin, lalu gelas minuman yang ia tinggalkan itu pun membeku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya, Frank menemukan minumannya telah membeku menjadi es yang menempel pada tongkat tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penemuan yang awalnya dinamai &#8220;Epsicle&#8221; ini kemudian dipatenkan pada tahun 1924 dan berganti nama menjadi Popsicle atas saran anak-anaknya yang sering menyebutnya &#8220;Pop\u2019s \u2018sicle&#8221; (es milik ayah).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, popsicle menjelma camilan beku yang disukai anak-anak hingga orang dewasa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Bedanya Popsicle dengan Es Krim?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa popsicle adalah camilan beku yang sering dianggap sebagai es krim. Padahal sama sekali bukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut beberapa perbedaan popsicle dan es krim yang sebaiknya kamu tahu agar tidak salah paham:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Bahan Pembuatan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Letak perbedaan popsicle dan es krim paling mendasar dapat dilihat dari bahan pembuatannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popsicle umumnya berbasis air dan perasa buah, sehingga tidak mengandung produk susu (non-dairy), sedangkan es krim menjadikan susu dan krim sebagai bahan wajib.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kini berkembang varian popsicle yang menggunakan campuran yoghurt atau susu, perbedaan signifikan lainnya terletak pada kandungan udara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Es krim diproses dengan cara diaduk (churning) untuk memerangkap udara agar lembut, sementara popsicle dibekukan dalam keadaan diam sehingga menjadi balok es padat. Kombinasi bahan dan metode inilah yang kemudian melahirkan perbedaan kedua, yakni teksturnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Tekstur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi tekstur, popsicle tidak selembut es krim. Ada tekstur sedikit berpasir saat di mulut. Berbanding terbalik dengan es krim yang punya tekstur lembut dan lebih mudah lumer di mulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, popsicle punya ketahanan beku yang lebih baik daripada es krim, lantaran komposisi utamanya didominasi oleh air yang membeku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan es krim yang mengandung lemak susu dan banyak gelembung udara untuk menciptakan tekstur lembut.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Rasa<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popsicle dan es krim juga berlainan pada intensitas rasanya. Popsicle menawarkan sensasi rasa yang lebih tajam, jernih, dan menyegarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena minim atau tidak adanya kandungan lemak yang melapisi lidah, rasa buah-buahan pada popsicle langsung &#8220;pecah&#8221; begitu menyentuh lidah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efeknya, kamu akan merasakan kesegaran instan tanpa aftertaste yang berat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, es krim memiliki karakter rasa yang lebih rich (kaya), creamy, dan legit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan lemak dari susu dan krim berfungsi &#8220;mengikat&#8221; rasa, sehingga sensasi manisnya terasa lebih bulat dan bertahan lebih lama di dalam mulut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika popsicle identik dengan rasa manis atau asam buah yang ringan untuk melepas dahaga, es krim lebih menonjolkan rasa manis dan gurih susu yang memanjakan lidah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Pernah Coba Popsicle?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, itulah tadi definisi popsicle dan bedanya dengan es krim. Fakta ini barangkali akan membuatmu sadar akan satu hal: Bisa jadi, &#8216;es krim&#8217; segar yang pernah atau sering kamu makan sebelumnya adalah popsicle.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana, MOMO Friends, kamu lebih suka es krim atau popsicle?<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Popsicle dan es krim memang sama-sama camilan beku yang punya rasa enak. Kamu barangkali pernah memakan popsicle tetapi&hellip;\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1723","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-es-krim"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1723"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1728,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1723\/revisions\/1728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}