{"id":1969,"date":"2026-05-21T13:56:35","date_gmt":"2026-05-21T06:56:35","guid":{"rendered":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/?p=1969"},"modified":"2026-05-21T13:56:35","modified_gmt":"2026-05-21T06:56:35","slug":"royalty-fee-dalam-dunia-franchise","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/royalty-fee-dalam-dunia-franchise\/","title":{"rendered":"Memahami Royalty Fee dalam Dunia Franchise &#038; Cara Hitungnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya royalti atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah salah satu aspek yang mesti diperhatikan siapa pun yang ingin memulai bisnis dengan skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchise<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kemitraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, biaya royalti memang sebenarnya telah ditetapkan sejak awal. Namun, tak sedikit mitra\/<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merasa \u2018terjebak\u2019 dengan biaya ini, yang menyebabkan mereka pun akhirnya harus mengurangi keuntungannya demi bisa memenuhi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, sebenarnya apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> MOMOYO akan membantu menjelaskan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">secara mendalam, berikut dengan cara hitung dan rekomendasi bisnis kemitraan tanpa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu <\/b><b>Royalty Fee<\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Royalty fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah pembayaran rutin yang wajib dibayarkan oleh mitra (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) kepada pemilik merek (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) selama masa perjanjian kerja sama berlangsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchise fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibayarkan di awal (sekali bayar) sebagai biaya awal untuk bergabung, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih ke biaya rutin, misalnya setiap bulan atau periode tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di mata hukum, penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebetulnya juga sudah sejalan jika merujuk pada <\/span><a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/128632\/permendag-no-71-tahun-2019\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini, kita bisa melihat bahwa biaya royalti masuk ke dalam kategori hak (selain biaya awal) yang dibayarkan secara berkala atas penggunaan hak kekayaan intelektual kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisor,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti merek dagang, logo, sistem operasi bisnis, resep rahasia, hingga dukungan pemasaran dan manajerial yang terus diberikan dari pusat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi Royalty Fee<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> royalty fee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebenarnya menjadi unsur pembagian pendapatan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">revenue-sharing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang berfungsi untuk menyelaraskan kesuksesan antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Idealnya, dana ini diputar kembali oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendanai berbagai program yang mendukung keberlangsungan gerai mitra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa fungsi utama dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">R&D (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">research and development<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">): Dana royalti dipakai untuk melakukan riset tren, mencari bahan baku terbaik, dan menciptakan menu-menu baru (misalnya pengembangan variasi produk terbaru atau inovasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fruit tea <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sedang viral) agar penjualan gerai tetap kompetitif karena pelanggan tidak merasa bosan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Biaya Promosi: Selain R&D, royalti juga dialokasikan untuk membiayai kampanye <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">skala nasional, seperti iklan di media sosial, kolaborasi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">influencer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau pembuatan materi promosi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau video). Semakin kuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand awareness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di mata publik, semakin mudah pula gerai mitra mendapatkan pelanggan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dukungan Operasional dan Infrastruktur IT: Karena biaya pemeliharaan operasional membutuhkan biaya, di sinilah riyalti berperan. Biasanya, ini mencakup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">maintenance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sistem kasir (POS), pembaruan server aplikasi kemitraan, hingga perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar pelayanan gerai tetap efisien.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan dan Audit Berkala: Untuk menjaga kualitas dan standar merek, pusat perlu rutin mengirimkan tim ke lapangan. Dana royalti membiayai kunjungan audit untuk mengevaluasi operasional, memberikan pelatihan ulang kepada staf gerai, dan memastikan tidak ada penurunan kualitas layanan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Mengapa Royalty Fee Terasa Seperti Jebakan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sebenarnya biaya royalti telah ditetapkan sejak awal kerja sama, tak jarang mitra sering dikejutkan dengan adanya biaya ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka merasa terbuai dengan janji balik modal <a href=\"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/roi-dalam-bisnis-franchise\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">(ROI)<\/a> cepat dan hanya berfokus pada biaya pembelian lisensi di awal (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchise fee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) serta biaya pembangunan gerai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, mereka lupa memasukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke dalam proyeksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashflow <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">harian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, ketika omzet sedang menurun, tagihan royalti yang datang setiap bulan terasa seperti biaya tersembunyi yang mencekik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, banyak mitra merasa terjebak karena mereka rutin membayar royalti setiap bulan, tetapi tidak mendapatkan dukungan apa-apa dari pusat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada inovasi menu baru, tidak ada materi promosi yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fresh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan tidak ada kunjungan audit untuk membantu operasional gerai. Uang royalti yang dibayarkan pun terasa sia-sia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuncinya adalah transparansi dan pemahaman dasar mengenai angka-angka yang tertulis dalam dokumen kontrak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karenanya, sebelum benar-benar memutuskan untuk bergabung dengan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, calon mitra wajib memahami bagaimana skema pemungutan biaya ini bekerja di lapangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menghitung Royalty Fee<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchisor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> punya kebijakan masing-masing dalam menetapkan royalti. Namun secara umum, ada tiga metode perhitungan utama yang paling sering diterapkan dalam industri kemitraan bisnis:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b> Berdasarkan Persentase Pendapatan Kotor (Gross Sales)<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menghitung biaya royalti yang pertama ini adalah yang paling lazim digunakan, terutama di industri Food & Beverage (F&B). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Franchisor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan menetapkan persentase tertentu (biasanya berkisar antara 2% hingga 10%) yang diambil dari total pendapatan kotor sebelum dipotong biaya operasional (sewa tempat, gaji karyawan, dan bahan baku).<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh Simulasi:\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah gerai minuman berhasil membukukan omzet sebesar Rp100.000.000 dalam satu bulan. Jika persentase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari pusat adalah 5%, maka perhitungannya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rp100.000.000 x 5% = Rp5.000.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, biaya royalti yang wajib menyetorkan sebesar Rp5.000.000 pada bulan tersebut.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Biaya Tetap (Fixed Fee)<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara pada skema ini, persentase penjualan tidak lagi menjadi acuan. Jadi, mitra dibebankan biaya royalti dengan nominal pasti tanpa peduli tanpa peduli apakah gerai sedang meraup untung besar, atau justru sedang sepi pembeli.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh Simulasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kontrak kemitraan menetapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fixed royalty fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar Rp3.500.000 per bulan. Maka, meskipun omzet pada bulan tersebut hanya Rp15.000.000 atau melonjak hingga Rp150.000.000, tagihan royalti yang harus dibayarkan tetap di angka Rp3.500.000.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b> Skema Persentase dengan Batas Minimum (Minimum Guarantee)<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skema ketiga ini merupakan gabungan dari kedua metode di atas dan sering kali menjadi jebakan bagi mitra yang kurang teliti membaca kontrak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Franchisor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memungut royalti berdasarkan persentase, tetapi menetapkan batas nominal minimum yang harus dibayarkan.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh Simulasi:\u00a0<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Franchisor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menetapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar 5% dari omzet ATAU minimal Rp3.000.000 (diambil nominal yang paling besar).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika omzet Rp100.000.000, maka 5%-nya adalah Rp5.000.000. Mitra membayar Rp5.000.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika gerai sedang sepi dan omzet hanya Rp40.000.000, perhitungan 5%-nya adalah Rp2.000.000. Karena ada klausul batas minimum, mitra tidak membayar Rp2.000.000, melainkan wajib membayar Rp3.000.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika cara menghitung biaya royalti sudah diketahui, mitra bisa mengetahui seberapa besar beban operasional yang mesti ditanggung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dirasa membawa beban yang berat, calon mitra bisa memilih opsi kemitraan yang tidak menetapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">royalty fee.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Rekomendasi Kemitraan Tanpa Royalty Fee<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mencari bisnis dengan skema kemitraan yang tidak menetapkan biaya royalti barangkali cukup menyulitkan, terutama bagi pemula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila mitra ingin 100% keuntungan dan fokus mengembangkan bisnis, MOMOYO adalah pilihan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai merek kemitraan es krim dan milk tea asal Indonesia, kami menawarkan skema bisnis yang transparan dan tidak memungut biaya royalti sepeser pun.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, kami tetap memberikan bimbingan intensif kepada mitra.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi inovasi, MOMOYO juga secara rutin melakukan R&D, yang membuat menu kami selalu diperbarui setiap 45 hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Didukung dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang masif dari pusat, kami ingin selalu memastikan bahwa MOMOYO dikenal oleh masyarakat luas, dan produk-produk kami tetap relevan di tengah tren yang begitu cepat berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telah dipercaya oleh 1500+ mitra di Indonesia, jadilah bagian dari MOMOYO dengan mendaftarkan diri melalui <\/span><a href=\"https:\/\/kemitraan.momoyoglobal.com\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">hotline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kemitraan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kami!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Biaya royalti atau royalty fee adalah salah satu aspek yang mesti diperhatikan siapa pun yang ingin memulai bisnis&hellip;\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1969","post","type-post","status-publish","format-standard","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1969"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1970,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1969\/revisions\/1970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/momoyoglobal.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}