Wajib Tahu, Begini Cara Menghitung BEP Bisnis Es Krim

Memulai bisnis es krim tidak cukup hanya dengan menghitung modal. Calon pengusaha perlu mengetahui berapa banyak produk yang harus terjual agar pendapatan dapat menutup seluruh biaya usaha. Perhitungan BEP (Break Even Point) membantu menentukan titik ketika total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga bisnis berada dalam kondisi impas.

Memahami cara menghitung BEP bisnis es krim dapat membantu membuat target penjualan dan mengevaluasi rencana usaha, baik untuk bisnis mandiri, franchise, maupun kemitraan. Bagi calon mitra MOMOYO, BEP dapat menjadi salah satu dasar perencanaan keuangan sebelum memulai usaha.

Apa Itu BEP dalam Bisnis Es Krim?

BEP atau Break Even Point adalah titik ketika total pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan bisnis. Pada posisi ini, usaha belum menghasilkan keuntungan, tetapi juga belum mengalami kerugian berdasarkan komponen biaya dan periode yang digunakan dalam perhitungan.

Dalam bisnis es krim, BEP dapat dinyatakan dalam dua bentuk, yaitu jumlah produk dan nilai penjualan.

Misalnya, sebuah outlet memiliki biaya tetap dan biaya variabel tertentu. Setelah dihitung, outlet tersebut perlu menjual 2.000 cup es krim dalam satu bulan agar seluruh biaya yang diperhitungkan dapat tertutup. Angka 2.000 cup tersebut merupakan BEP unit.

BEP bukan target keuntungan. Angka ini menjadi titik awal untuk mengetahui berapa banyak penjualan yang dibutuhkan sebelum bisnis mulai menghasilkan keuntungan. Semakin besar penjualan setelah melewati titik BEP, semakin besar pula ruang yang tersedia untuk menghasilkan laba, dengan catatan biaya dan asumsi lainnya tetap sesuai dengan perhitungan.

Bagi calon pengusaha, mengetahui BEP dapat membantu menjawab beberapa pertanyaan sebelum membuka outlet, seperti:
  • Berapa produk yang perlu dijual setiap bulan?
  • Berapa target penjualan per hari?
  • Apakah harga jual sudah sesuai dengan struktur biaya?
  • Apakah biaya tetap terlalu besar?
  • Berapa besar margin kontribusi dari setiap produk?
  • Apakah target penjualan terlihat realistis berdasarkan lokasi dan pasar?

Komponen yang Perlu Dihitung Sebelum Menentukan BEP

Sebelum menggunakan rumus BEP, kumpulkan terlebih dahulu seluruh angka yang berkaitan dengan biaya dan penjualan. Kesalahan dalam memasukkan biaya dapat membuat hasil perhitungan BEP kurang menggambarkan kondisi usaha yang sebenarnya.
Biaya -> Store MOMOYO

1. Biaya Tetap

Biaya tetap atau fixed cost adalah biaya yang relatif tidak berubah mengikuti jumlah produk yang terjual dalam periode tertentu.

Contoh biaya tetap dalam bisnis es krim antara lain:

  • Sewa tempat.
  • Gaji karyawan tetap.
  • Biaya penyusutan peralatan.
  • Internet bulanan.
  • Biaya administrasi atau operasional tetap lainnya.

Sebagai contoh, jika sewa outlet adalah Rp5 juta per bulan, jumlah tersebut tetap perlu dibayarkan meskipun penjualan sedang tinggi maupun rendah.

Semakin besar biaya tetap, semakin besar pula kontribusi penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai BEP.

2. Biaya Variabel

Biaya variabel merupakan biaya yang berubah mengikuti jumlah produk yang dibuat atau dijual. Semakin banyak produk yang terjual, biasanya semakin besar biaya variabel yang dikeluarkan.

Dalam bisnis es krim, biaya variabel dapat mencakup:

  • Bahan baku es krim.
  • Cup.
  • Cone.
  • Sendok.
  • Topping.
  • Kemasan.
  • Bahan tambahan lainnya.

Sebagai contoh, jika biaya bahan dan kemasan untuk satu cup adalah Rp7.500, maka penjualan 100 cup membutuhkan biaya variabel sekitar Rp750.000 untuk komponen tersebut.

Pencatatan biaya variabel per produk akan membantu pemilik usaha mengetahui berapa besar kontribusi setiap penjualan terhadap biaya tetap.

3. Harga Jual Produk

Harga jual produk

Harga jual per produk menjadi komponen penting dalam cara menghitung BEP. Harga tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan harga kompetitor.

Calon pengusaha perlu mempertimbangkan:
  • Biaya variabel per produk.
  • Biaya tetap.
  • Target margin.
  • Harga pasar.
  • Daya beli konsumen.
  • Positioning produk.
  • Lokasi usaha.
Harga jual yang lebih tinggi dapat meningkatkan margin kontribusi per produk, tetapi harga tersebut tetap perlu disesuaikan dengan daya beli dan kondisi pasar.

4. Margin Kontribusi

Margin kontribusi adalah selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit.
Rumus Margin Kontribusi
Margin Kontribusi = Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit

Contohnya, jika satu cup es krim dijual Rp15.000 dan biaya variabelnya Rp7.500, maka:

Rp15.000 – Rp7.500 = Rp7.500

Artinya, setiap cup memberikan margin kontribusi Rp7.500 yang dapat digunakan untuk menutup biaya tetap.

Setelah seluruh biaya tetap tertutup, penjualan berikutnya dapat memberikan kontribusi terhadap keuntungan usaha, sesuai dengan biaya dan kondisi operasional yang berlaku. Konsep margin kontribusi ini juga menjadi dasar dalam perhitungan BEP unit.

Cara Menghitung BEP Bisnis Es Krim

Setelah mengetahui seluruh komponen yang dibutuhkan, langkah berikutnya adalah menggunakan rumus BEP.
Rumus BEP Unit
BEP Unit = Total Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)
Rumus Alternatif
BEP Unit = Total Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi per Unit
Keterangan:
  • Total Biaya Tetap = seluruh biaya tetap dalam periode tertentu.
  • Harga Jual per Unit = harga jual satu produk.
  • Biaya Variabel per Unit = biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu produk.
  • Margin Kontribusi = harga jual dikurangi biaya variabel per unit.
Periode yang digunakan harus konsisten. Jika biaya tetap yang digunakan adalah biaya bulanan, maka BEP yang dihasilkan merupakan target penjualan bulanan.

Rumus BEP Rupiah

BEP juga dapat dihitung berdasarkan nilai penjualan.

Salah satu bentuk rumusnya adalah:

Rumus BEP Rupiah
BEP Rupiah = Total Biaya Tetap ÷ Rasio Margin Kontribusi
Rasio margin kontribusi dapat dihitung dengan:
Rasio Margin Kontribusi
Rasio Margin Kontribusi = Margin Kontribusi ÷ Harga Jual per Unit
Perhitungan dalam rupiah berguna ketika calon pengusaha ingin mengetahui berapa nilai penjualan yang perlu dicapai dalam periode tertentu, bukan hanya jumlah produk yang harus terjual.

Contoh Perhitungan BEP Bisnis Es Krim

Agar lebih mudah memahami cara menghitung BEP bisnis es krim, berikut contoh simulasi sederhana.

Misalnya sebuah usaha es krim memiliki kondisi berikut:

  • Biaya tetap bulanan: Rp15.000.000
  • Harga jual rata-rata: Rp15.000 per cup
  • Biaya variabel: Rp7.500 per cup

Langkah pertama adalah menghitung margin kontribusi.

Margin Kontribusi = Rp15.000 – Rp7.500

Margin Kontribusi = Rp7.500 per cup

Selanjutnya, masukkan angka tersebut ke dalam rumus BEP.

BEP Unit = Rp15.000.000 ÷ (Rp15.000 – Rp7.500)

BEP Unit = Rp15.000.000 ÷ Rp7.500

BEP Unit = 2.000 cup per bulan

Artinya, berdasarkan asumsi tersebut, bisnis perlu menjual sekitar 2.000 cup es krim per bulan untuk mencapai titik impas.
Jika outlet beroperasi selama 30 hari dalam satu bulan, target tersebut dapat dibagi menjadi:

2.000 cup ÷ 30 hari = sekitar 67 cup per hari

Jadi, simulasi sederhananya menunjukkan kebutuhan penjualan sekitar 67 cup per hari untuk mencapai BEP bulanan.

Apakah 67 cup per hari berarti pasti untung?

Belum tentu.
Angka tersebut hanya menunjukkan target titik impas berdasarkan asumsi biaya tetap Rp15 juta, harga jual Rp15.000, dan biaya variabel Rp7.500 per cup.

Jika biaya bahan baku meningkat, harga jual berubah, outlet memiliki biaya tambahan, atau jumlah hari operasional berbeda, hasil BEP juga akan berubah.

Contoh ini juga belum memasukkan berbagai kemungkinan biaya lain seperti biaya promosi, biaya layanan pembayaran, pajak, biaya perawatan, atau pengeluaran tidak rutin. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis, calon pengusaha perlu memasukkan seluruh komponen biaya yang relevan dalam simulasi.

Bagaimana Menghitung BEP untuk Franchise Es Krim?

Konsep BEP tidak hanya dapat digunakan untuk bisnis es krim yang dibangun dari nol. Perhitungan yang sama dapat diterapkan ketika calon pengusaha mempertimbangkan franchise minuman, franchise es krim, atau model kemitraan.

Sebelum membuat simulasi BEP usaha, beberapa angka yang perlu dikumpulkan antara lain:

  • Hitung investasi awal: Catat seluruh kebutuhan investasi yang perlu dikeluarkan untuk memulai usaha. Investasi awal dapat mencakup biaya paket usaha, peralatan, renovasi, perlengkapan, dan kebutuhan lain sesuai model bisnis yang dipilih.
  • Pisahkan investasi awal dan biaya operasional: Jangan mencampurkan seluruh pengeluaran menjadi satu angka. Bedakan investasi awal dengan biaya yang harus dikeluarkan secara rutin setiap bulan.
  • Identifikasi biaya tetap outlet: Hitung biaya seperti sewa tempat, gaji, internet, serta biaya operasional tetap lainnya.
  • Hitung biaya variabel: Tentukan biaya rata-rata untuk menghasilkan atau menjual satu produk, termasuk bahan, kemasan, topping, dan komponen lain yang mengikuti volume penjualan.
  • Tentukan harga jual rata-rata: Jika outlet menjual beberapa menu dengan harga berbeda, gunakan asumsi harga jual rata-rata yang sesuai dengan komposisi penjualan yang diperkirakan.
  • Hitung margin kontribusi: Kurangi harga jual rata-rata dengan biaya variabel rata-rata per produk.
  • Hitung BEP: Gunakan biaya tetap dan margin kontribusi untuk mendapatkan estimasi jumlah produk yang perlu dijual.
  • Bandingkan dengan potensi lokasi: Target BEP sebaiknya dibandingkan dengan kondisi lokasi, jumlah calon konsumen, jam operasional, pola traffic, serta target pasar.

Dari BEP ke Rencana Bisnis Es Krim yang Lebih Terukur

Memahami cara menghitung BEP bisnis es krim membantu calon pengusaha menentukan kebutuhan penjualan sebelum memulai usaha. Dalam contoh sebelumnya, biaya tetap Rp15 juta, harga jual Rp15.000, dan biaya variabel Rp7.500 menghasilkan BEP sebesar 2.000 cup per bulan. Angka ini hanya simulasi, karena hasil BEP dapat berbeda berdasarkan lokasi, sewa, karyawan, bahan baku, harga jual, dan volume penjualan.

Setiap usaha memiliki kondisi yang berbeda. Lokasi, harga sewa, jumlah karyawan, harga bahan baku, harga jual, jumlah hari operasional, strategi promosi, dan volume penjualan dapat memengaruhi hasil BEP.

Sudah siap menghitung potensi bisnis es krim Anda? Pelajari peluang kemitraan MOMOYO dan cari tahu bagaimana sistem bisnis, produk, serta dukungan operasionalnya dapat menjadi bagian dari rencana usaha Anda.