Usaha minuman bisa dimulai dari kiosk sederhana dengan perlengkapan terbatas, outlet kecil dengan beberapa karyawan, sampai gerai yang menggunakan sistem franchise minuman atau kemitraan. Agar perhitungannya lebih jelas, berikut gambaran kisaran modal sekaligus komponen biaya usaha minuman yang perlu masuk dalam perencanaan.
Berapa Modal Usaha Minuman Kekinian?
Untuk usaha skala kecil seperti gerobak atau kiosk, estimasi modal awal berada di kisaran Rp10 juta sampai Rp35 juta. Outlet kecil dengan area duduk sederhana dapat membutuhkan sekitar Rp50 juta sampai Rp150 juta, sedangkan cafe atau franchise dengan skala lebih besar dapat dimulai dari sekitar Rp200 juta dan mencapai lebih dari Rp1 miliar, tergantung konsep yang digunakan.
Angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai benchmark, bukan patokan mutlak. Modal usaha minuman di Jakarta, misalnya, bisa berbeda dengan kota lain karena harga sewa, renovasi, tenaga kerja, dan kebutuhan operasional yang berbeda. Jenis produk juga berpengaruh karena setiap menu membutuhkan bahan baku dan peralatan yang tidak selalu sama.
Komponen Modal Usaha Minuman yang Perlu Disiapkan
Menghitung modal tidak cukup hanya dengan menjumlahkan harga blender, bahan baku, dan kemasan. Calon pemilik usaha minuman kekinian perlu melihat seluruh kebutuhan sejak persiapan lokasi hingga outlet mulai beroperasi.
1. Sewa atau Tempat Usaha

Lokasi biasanya menjadi salah satu komponen biaya terbesar. Kiosk di area kampus, ruko di jalan utama, food court, dan tenant di pusat perbelanjaan memiliki struktur biaya yang berbeda.
Pertimbangkan luas tempat, jumlah traffic, durasi sewa, serta biaya lain yang mungkin mengikuti kontrak lokasi. Jika memiliki tempat sendiri, dana yang sebelumnya dialokasikan untuk sewa dapat dialihkan ke renovasi, peralatan, atau modal operasional.
2. Renovasi, Booth, dan Interior
Outlet minuman membutuhkan area produksi yang praktis sekaligus tampilan yang sesuai dengan konsep brand. Biayanya dapat mencakup booth, counter pelayanan, signage, pencahayaan, instalasi listrik, penyimpanan, dan area preparation.
Kiosk sederhana tentu membutuhkan investasi yang berbeda dari outlet permanen dengan tempat duduk pelanggan. Jadi, desain sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan target pasar, bukan hanya mengejar tampilan menarik.
3. Peralatan Produksi Minuman
Peralatan menjadi bagian penting dari modal usaha minuman kekinian karena berhubungan langsung dengan kapasitas produksi. Beberapa kebutuhan umum meliputi blender, cup sealer, refrigerator, freezer, ice maker, sink, alat takar, dan berbagai peralatan preparation.
Jenis alat sebaiknya mengikuti menu yang dijual. Usaha teh sederhana mungkin tidak membutuhkan perlengkapan yang sama dengan bisnis boba, kopi, atau bisnis es krim dan minuman. Semakin banyak kategori produk, semakin besar kemungkinan kebutuhan peralatan bertambah.
4. Bahan Baku dan Kemasan Awal
Sebelum outlet mulai menerima pelanggan, siapkan stok awal untuk bahan utama, topping, pemanis, susu, teh, sirup, atau kebutuhan lain sesuai menu. Jumlahnya perlu cukup untuk menjalankan operasional awal tanpa menumpuk stok secara berlebihan.
Masukkan juga kebutuhan kemasan seperti cup, tutup, sedotan, kantong, label, dan packaging delivery. Pada usaha dengan volume penjualan tinggi, komponen kecil seperti kemasan dapat menjadi pengeluaran rutin yang cukup besar jika tidak dihitung sejak awal.
5. Legalitas dan Perizinan
Persiapan peluang usaha minuman juga perlu memperhitungkan kebutuhan administrasi dan legalitas sesuai bentuk serta skala bisnis. Jenis dokumen yang diperlukan dapat berbeda berdasarkan produk, model usaha, dan lokasi.
Daripada menetapkan satu nominal untuk semua usaha, masukkan legalitas sebagai pos tersendiri dalam budget. Cari informasi persyaratan yang sesuai dengan bisnis sebelum menentukan angka final agar kebutuhan administrasi tidak muncul sebagai biaya tambahan di tengah proses pembukaan.
6. Karyawan dan Operasional Awal

Jika outlet membutuhkan karyawan, hitung gaji dan kebutuhan tenaga kerja sejak awal. Masukkan pula pengeluaran rutin seperti listrik, air, internet, kebersihan, transportasi, serta kebutuhan operasional harian lainnya.
Modal sebaiknya tidak habis pada hari outlet dibuka. Siapkan dana operasional untuk beberapa bulan pertama agar bisnis memiliki ruang untuk membangun penjualan tanpa langsung bergantung pada omzet harian untuk membayar seluruh pengeluaran.
7. Marketing dan Promosi
Outlet baru perlu diperkenalkan kepada calon pelanggan. Budget pemasaran dapat digunakan untuk grand opening, promo awal, materi visual, media sosial, iklan lokal, atau aktivitas lain yang sesuai dengan target pasar.
Tidak semua bisnis membutuhkan budget promosi dalam jumlah yang sama. Kiosk lingkungan dan outlet di pusat kota tentu dapat menggunakan strategi berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah biaya marketing tetap masuk dalam perhitungan, bukan baru dipikirkan setelah seluruh modal pembangunan habis.
8. Dana Cadangan
Selalu ada kemungkinan muncul pengeluaran yang tidak masuk dalam estimasi awal, mulai dari perbaikan peralatan hingga perubahan harga bahan baku. Dana cadangan membantu operasional tetap berjalan ketika kondisi seperti ini terjadi.
Pisahkan dana cadangan dari biaya pembangunan outlet. Dengan cara tersebut, pemilik bisnis tidak perlu mengambil uang yang seharusnya digunakan untuk stok, gaji, atau kebutuhan operasional ketika muncul pengeluaran mendadak.
Baca juga: Kenali Perbedaan Outlet Standard dan Flagship di MOMOYO
Contoh Perhitungan Modal Usaha Minuman Kekinian
Jika dibagi berdasarkan skala, usaha kecil berbentuk gerobak atau kiosk dapat membutuhkan sekitar Rp10 juta sampai Rp35 juta. Outlet kecil berada di kisaran Rp50 juta sampai Rp150 juta, sedangkan cafe atau franchise berskala lebih besar dapat membutuhkan sekitar Rp200 juta sampai Rp1,5 miliar. Estimasi tersebut mencakup kebutuhan yang berbeda pada setiap skala, seperti booth, peralatan, renovasi, bahan baku, pemasaran, hingga cadangan operasional.
Jangan langsung menjadikan batas bawah sebagai target budget. Buat perhitungan berdasarkan lokasi yang benar-benar akan digunakan, kebutuhan alat, kapasitas produksi, biaya tenaga kerja, serta dana operasional. Dengan begitu, estimasi modal usaha minuman menjadi lebih relevan dengan kondisi bisnis yang akan dijalankan.
Bagaimana dengan Modal Kemitraan Minuman MOMOYO?
Selain membangun brand sendiri, sistem kemitraan minuman dapat menjadi pilihan bagi calon pengusaha yang ingin menggunakan brand dan sistem operasional yang sudah tersedia. Perbedaannya, sebagian kebutuhan seperti standar outlet, produk, supply chain, serta pelatihan biasanya sudah memiliki panduan dari pemilik brand. MOMOYO, misalnya, menjelaskan adanya dukungan supply chain serta pelatihan bagi mitra dan karyawan.
Untuk Standard Store MOMOYO, investasi dimulai dari sekitar Rp250 jutaan dengan kebutuhan area sekitar 40 m². Produk utamanya mencakup ice cream, minuman, dan egg waffle. Nilai investasi aktual tetap dapat berubah mengikuti kondisi lokasi, properti, renovasi, desain, serta kebutuhan operasional outlet. Informasi resmi MOMOYO mencantumkan Standard Store mulai Rp250 jutaan dan menyarankan calon mitra berkonsultasi untuk detail investasinya.
Tips Menyiapkan Modal Bisnis Minuman
Sebelum memilih konsep atau paket usaha, susun kebutuhan dana berdasarkan kondisi nyata. Modal yang lebih besar tidak otomatis menghasilkan bisnis yang lebih baik jika lokasi, produk, dan pengelolaannya tidak sesuai dengan target pasar.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
-
Tentukan skala bisnis sebelum membeli peralatan atau menyewa tempat.
-
Pisahkan investasi awal dari biaya operasional bulanan.
-
Siapkan dana cadangan untuk beberapa bulan pertama.
-
Buat proyeksi penjualan yang realistis.
-
Hitung biaya bahan baku, tenaga kerja, dan utilitas secara berkala.
-
Bandingkan kebutuhan membangun brand sendiri dengan mengambil franchise minuman atau kemitraan.
-
Pertimbangkan lokasi, target konsumen, produk, dan sistem operasional, bukan hanya mencari investasi paling murah.
Baca juga: Wajib Tahu, Begini Cara Menghitung BEP Bisnis Es Krim
Mulai dari Perhitungan Modal yang Sesuai dengan Bisnis
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua modal usaha minuman kekinian. Kiosk sederhana dapat dimulai dengan modal belasan hingga puluhan juta, sedangkan outlet yang lebih besar atau menggunakan sistem kemitraan dapat membutuhkan investasi ratusan juta. Lokasi, renovasi, peralatan, bahan baku, legalitas, tenaga kerja, marketing, dan dana cadangan perlu dihitung sebagai satu kesatuan.
Bagi calon pengusaha yang ingin menjalankan bisnis es krim dan minuman dengan sistem yang sudah tersedia, kemitraan MOMOYO dapat menjadi salah satu opsi untuk dipelajari. Standard Store MOMOYO memiliki investasi mulai sekitar Rp250 jutaan, dengan detail akhir yang perlu disesuaikan dengan lokasi dan kebutuhan outlet. Tertarik memulai bisnis es krim dan minuman? Pelajari kemitraan MOMOYO untuk mengetahui kebutuhan investasi, lokasi, sistem operasional, serta dukungan yang tersedia bagi calon mitra.