10 Cara Menentukan Lokasi Strategis untuk Bisnis, Mudah!

Ketika menjalankan bisnis, produk saja tidaklah cukup. Kamu juga perlu memperhatikan aspek lain yang sangat penting, yakni pemilihan lokasi.

Lokasi strategis menjadi salah satu penentu utama bisnismu dapat menjangkau pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kamu tidak mau, ‘kan, produk dan marketing-nya bagus, tapi hal itu belum mampu mendorong penjualan karena lokasinya sulit dijangkau?

Nah, untuk mengatasi masalah itu, kamu bisa mempelajari cara menentukan lokasi strategis untuk bisnis berikut ini.

Panduan Memilih Lokasi untuk Bisnis Agar Ramai Pembeli

MOMOYO akan memberikan sepuluh cara yang bisa kamu lakukan dalam pemilihan lokasi strategis agar bisnis/usahamu lebih mudah dijangkau:

1. Pahami Siapa Target Pasarmu

Sebelum mencari tempat, tentukan dulu siapa pembelimu. Sekalipun kamu sudah punya lokasi, kalau target pasarnya tidak berada di wilayah tersebut, jangan memaksakan agar tidak menghadapi risiko yang fatal.

Sebagai contoh, bisnis es krim dan minuman manis adalah favorit anak sekolah, mahasiswa, dan keluarga. 

Jadi, mencari ruko atau kios yang berdekatan dengan area sekolah, kampus, atau perumahan padat penduduk adalah langkah pertama yang sangat masuk akal.

2. Perhatikan Kepadatan Lalu Lintas

Lokasi di pinggir jalan yang ramai dilalui kendaraan (terutama yang lajunya pelan) atau banyak pejalan kaki sangatlah ideal untuk mendatangkan pelanggan yang tiba-tiba ingin jajan.

Itulah mengapa, lokasi di dekat kampus atau komplek perumahan biasanya terdapat sederet bisnis kuliner hingga jasa percetakan dan laundry.

3. Visibilitas (Tingkat Keterlihatan)

Gerai atau toko tempat kamu menjalankan bisnis mesti dapat terlihat jelas dari kejauhan.
Hal ini pun bisa kamu akali dengan membuat desain/key visual yang menarik perhatian.

Misalnya, dengan neon box, spanduk, dekorasi toko, atau memajang produk di depan agar orang-orang bisa melihatnya.

Dengan begini, paling tidak orang-orang yang belum berniat membeli produkmu sudah menyadari bahwa ada bisnis/brand kamu di dunia ini.

4. Aksesibilitas dan Area Parkir

Pelanggan butuh kemudahan. Cara menentukan lokasi untuk bisnis yang satu ini kerap dilewatkan para pemilik bisnis. 

Pastikan lokasimu mudah diakses, tidak berada di jalan satu arah yang memutar terlalu jauh, dan punya area parkir yang memadai.

Minimal ada ruang yang cukup untuk beberapa motor dan mobil agar pelanggan bisa jajan dengan tenang tanpa takut menyebabkan macet.

5. Berdekatan dengan “Magnet” Keramaian

Membuka bisnis di dekat tempat orang berkumpul, seperti di sebelah minimarket yang ramai, taman kota, alun-alun, atau pusat perbelanjaan akan memberikan promosi gratis. 

Orang yang lelah selepas jalan-jalan biasanya akan mencari tempat untuk bersantai, makan, atau melihat-lihat produk yang ditawarkan di sekitarnya.

Keberadaan pusat keramaian ini paling tidak akan memberikan kelebihan berupa traffic (lalu lintas) pengunjung yang sudah terbentuk. 

Jadi, kamu tidak perlu repot-repot ‘menarik’ orang untuk datang ke area bisnismu.

6. Pantau Keberadaan Kompetitor

Ada kompetitor di sekitar sebenarnya menjadi pertanda kalau pasar di area tersebut memang hidup. 

Namun, pastikan kamu menawarkan nilai tambah (seperti harga yang lebih bersahabat, tempat yang lebih estetik, atau varian menu yang lebih banyak) agar bisa bersaing dengan sehat.

Kalau tidak memiliki bekal ini, bisnismu akan tenggelam di tengah persaingan dan sulit merebut hati pelanggan dari kompetitor.

7. Ramah untuk Layanan Pesan Antar (Ojek Online)

Jangan lupakan potensi pendapatan dari pesanan online. Meskipun pelanggan tidak datang langsung, lokasimu tetap harus bersahabat bagi para driver ojek online.

Pastikan lokasi tokomu memiliki titik maps yang akurat dan mudah dicari. Selain itu, perhatikan juga akses jalannya. 

Hindari jalanan yang terlalu sempit, sulit putar balik, atau berada di dalam portal perumahan yang sering ditutup. 

8. Pastikan Lingkungan Bersih dan Aman

Bisnis apa pun itu, apalagi Food & Beverage (makanan dan minuman), sangat sensitif terhadap kebersihan. 

Maka dari itu, hindari lokasi yang dekat dengan tumpukan sampah atau area kumuh karena akan merusak selera jajan. 

Selain masalah kebersihan, faktor keamanan juga tidak boleh kamu sepelekan. Lingkungan yang gelap, minim penerangan di malam hari, atau rawan terjadi pencurian kendaraan pasti akan membuat calon pelanggan waswas sebelum mampir.

Pelanggan pun akan lebih betah berlama-lama nongkrong atau melihat-lihat jika mereka merasa aman.

9. Sesuaikan Biaya Sewa dengan Proyeksi Keuntungan

Lokasi di dalam mal atau jalan utama memang sangat strategis, tapi biaya sewanya selangit. 

Hitung dengan teliti, apakah target penjualan harianmu cukup untuk menutup sewa tersebut? 

Jangan sampai omzet tinggi tapi laba bersihmu habis hanya untuk bayar tempat.

10. Pilih Mitra Bisnis yang Memberikan Bantuan Survei Lokasi

Menganalisis sembilan poin di atas sendirian tentu sangat menguras waktu dan pikiran, apalagi untuk pemula. 

Solusi paling amannya adalah bergabung dengan kemitraan yang peduli dengan kesuksesan mitranya. 

Misalnya, jika kamu memilih bermitra dengan MOMOYO, kamu tidak perlu pusing menebak-nebak. 

Tim profesional MOMOYO akan turun langsung membantumu menyurvei dan menganalisis kelayakan lokasi, serta memastikan titik tersebut benar-benar strategis dan berpotensi cuan maksimal sebelum kamu resmi membuka gerai.

Nah, jadi itulah sepuluh cara memilih lokasi strategis untuk bisnis termudah yang bisa kamu terapkan. 

Semoga kelak lokasi pilihanmu bisa membantu meningkatkan omzet bisnismu, ya, MOMO Friends. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *